Setiap manusia yang hidup bermasyarakat pasti terjadi sosialisasi antar individu tersebut. Namnu didalam kehidupan masyarakat ini pasti tidak akan selamanya berjalan mulus, tentunya karena sifat – sifat manusia yang berbeda – beda akan memunculkan pertentangan social.
Pertentangan sosial meruapakan konflik yang terjadi di masyarakat yang bias menimbulakn perpecahan didalam masyarakat tersebut. Penyebab dari perpecahan tersebut bisa dari berbagai sumber masalah seperti perbedaan pendapat.
• Prasangka Diskriminasi
Diskriminatif merupakan tindakan yang realistis, sedangkan prasangka tidak realistis dan hanya diketahui oleh individu masing-masing.
• Integrasi Sosial dan Integrasi Masyarakat
Integrasi berasal dari bahasa inggris "integration" yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan. Integrasi sosial dimaknai sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki keserasian fungsi. Sedangkan Intergrasi masyarakat adalah kerjasama anggota masyarakat mulai dari individu, keluarga, dan masyarakat secara keseluruhan. Sehingga menciptakan kehidupan yang rukun antar masyarakat. Dalam hal ini terjadi kerja sama, akomodasi, asimilasi dan berkurangnya sikap-sikap prasangka di antara anggota masyarakat secara keseluruhan. Integrasi masyarakat akan terwujud apabila mampu mengendalikan prasangka yang ada di dalam masyarakat, sehingga tidak terjadi konflik, dominasi,mengdeskripsikan pihak-pihak lainnya dan tidak banyak sistem yang tidak saling melengkapi dan tumbuh integrasi tanpa paksaan. Oleh karena itu untuk mewujudkan integrasi bangsa pada bangsa yang majemuk dilakukan dengan mengatasi atau mengurangi prasangka.
Perlu dicari beberapa bentuk akomodatif yang dapat mengurangi konflik sebagai akibat dari prasangka, yaitu melalui empat sistem, diantaranya adalah :
1. Sistem budaya seperti nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.
2. Sistem sosial seperti kolektiva-kolektiva sosial dalam segala bidang.
3. Sistem kepribadian yang terwujud sebagai pola-pola penglihatan (persepsi), perasaan (cathexis), pola-pola penilaian yang dianggap pola-pola keindonesiaan.
4. Sistem organik jasmaniah, di mana nasionalime tidak didasarkan atas persamaan ras.
Untuk menghindari dari prasangka keempat sistem diatas harus dipergunakan untuk mewujudkan tercapainya nasionalisme Indonesia.
Referensi :
http://guruhyogakomara.blogspot.com/2009/05/pertentangan-sosial-dan-integrasi.html
Senin, 10 Januari 2011
Sabtu, 08 Januari 2011
Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan
Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan
“ Ilmu pengetahuan” lazim digunakan dalam pengertian sehari-hari, terdiri dari dua kata, “ ilmu “ dan “ pengetahuan “, yang masing-masing punya identities sendiri-sendiri. Dikalangan ilmuwan ada keseragaman pendapat, bahwa ilmu itu selalu tersusun dari pengetahuan secara teratur, yang diperoleh dengan pangkal tumpuan (objek) tertentu dengan sistematis, metodis, rasional/logis, empiris, umum dan akumulatif. Pengertian pengetahuan sebagai istilah filsafat tidaklah sederhana karena bermacam-macam pandangan dan teori (epistemologi), diantaranya pandangan Aristoteles, bahwa pengetahuan merupakan pengetahuan yang dapat diinderai dan dapat merangsang budi. Dan oleh Bacon & David Home pengetahuan diartikan sebagai pengalaman indera dan batin. Menurut Imanuel Kant pengehuan merupakan persatuan antara budi dan pengalaman. Dari berbagai macam pandangan tentang pengetahuan diperoleh sumber-sumber pengetahuan berupa ide, kenyataan, kegiatan akal-budi, pengalaman, sintesis budi, atau meragukan karena tak adanya sarana untuk mencapai pengetahuan yang pasti.
Untuk membuktikan pengetahuan itu benar, perlu berpangkal pada teori kebenaran pengetahuan :
1. Pengetahuan dianggap benar apabila dalil (proposisi) itu mempunyai hubungan dengan dalil (proposisi) yang terdahulu
2. Pengetahuan dianggap benar apabila ada kesesuaian dengan kenyataan
3. Pengetahuan dianggap benar apabila mempunyai konsekwensi praktis dalam diri yang mempunyai pengeahuan itu.
Ilmu pengetahuan pada dasarnya memiliki tiga komponen penyangga tubuh pengetahuan yang disusunnya yaitu ; ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Epistemologis hanyalah merupakan cara bagaimana materi pengetahuan diperoleh dan disusun menjadi tubuh ilmu pengetahuan. Ontologis dapat diartikan hakekat apa yang dikaji oleh pengetahuan, sehingga jelas ruang lingkup ujud yang menajdi objek penelaahannya. Atau dengan kata lain ontologism merupakan objek formal dari suatu pengetahuan. Komponen aksiologis adalah asas menggunakan ilmu pengetahuan atau fungsi dari ilmu pengetahuan.
Pembentukan ilmu akan berhadapan dengan objek yang merupakan bahan dalam penelitian, meliputi objek material sebagai bahan yang menadi tujuan penelitian bulat dan utuh, serta objek formal, yaitu sudut pandangan yang mengarah kepada persoalan yang menjadi pusat perhatian. Langkah-langkah dalam memperoleh ilmu dan objek ilmu meliputi rangkaian kegiatan dan tindakan. Dimulai dengan pengamatan, yaitu suatu kegiatan yang diarahkan kepada fakta yang mendukung apa yang dipikirkan untuk sistemasi, kemudian menggolong-golongkan dan membuktikan dengan cara berpikir analitis, sistesis, induktif dan deduktif. Yang terakhir ialah pengujian kesimpulan dengan menghadapkan fakta-fakta sebagai upaya mencari berbagai hal yang merupakan pengingkaran.
Untuk mencapai suatu pengetahuan yang ilmiah dan obyektif diperlukan sikap yang bersifat ilmiah, yang meliputi empat hal yaitu :
1. Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga menacapi pengetahuan ilmiah yang obeyktif
2. Selektif, artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapi supaya didukung oleh fakta atau gejala, dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada
3. Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tak dapat diubah maupun terhadap indera dam budi yang digunakan untuk mencapai ilmu
4. Merasa pasti bahwa setiap pendapat, teori maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian, namun masih terbuka untuk dibuktikan kembali.
Permasalahan ilmu pengetahuan meliputi arti sumber, kebenaran pengetahuan, serta sikap ilmuwan itu sendiri sebagai dasar untuk langkah selanjutnya.
Teknologi
Dalam konsep yang pragmatis dengan kemungkinan berlaku secara akademis dapatlah dikatakan bahwa pengetahuan (body ofknowledge), dan teknologi sebagai suatu seni (state of arts ) yang mengandung pengetian berhubungan dengan proses produksi; menyangkut cara bagaimana berbagai sumber, tanah, modal, tenaga kerja dan ketrampilan dikombinasikan untuk merealisasi tujuan produksi. “secara konvensional mencakup penguasaan dunia fisik dan biologis, tetapi secara luas juga meliputi teknologi sosial, terutama teknoogi sosial pembangunan (the social technology of development) sehingga teknologi itu adalah merode sistematis untuk mencapai tujuan insani (Eugene Stanley, 1970).
Teknologi memperlihatkan fenomenanya alam masyarakat sebagai hal impersonal dan memiliki otonomi mengubah setiap bidang kehidupan manusia menjadi lingkup teknis. Jacques Ellul dalam tulisannya berjudul “the technological society” (1964) tidak mengatakan teknologi tetapi teknik, meskipun artinya sama. Menurut Ellul istilah teknik digunakan tidak hanya untuk mesin, teknologi atau prosedur untuk memperoleh hasilnya, melainkan totalitas metode yang dicapai secara rasional dan mempunyai efisiensi (untuk memberikan tingkat perkembangan) dalam setiap bidang aktivitas manusia. Jadi teknologi penurut Ellul adalah berbagai usaha, metode dan cara untuk memperoleh hasil yang distandarisasi dan diperhingkan sebelumnya.
Fenomena teknik paa masyarakat ikini, menurut Sastrapratedja (1980) memiliki ciri-ciri sebagia berikut :
1. Rasionalistas, artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional
2. Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah
3. Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan secara otomatis. Demikian juga dengan teknik mampu mengeliminasikan kegiatan non teknis menjadi kegiatan teknis
4. Teknik berkembang pada suatu kebudayaan
5. Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung
6. Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan
7. otonomi artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri.
Teknologi yang berkembang denan pesat meliputi berbagai bidang kehidupan manusia. Luasnya bidang teknik digambarkan sebagaia berikut :
1. Teknik meluputi bidang ekonomi, artinya teknik mampu menghasilkan barang-barang industri. Dengan teknik, mampu mengkonsentrasikan capital sehingga terjadi sentralisasi ekonomi
2. Teknik meliputi bidang organisasional seperti administrasi, pemerintahan, manajemen, hukum dan militer
3. Teknik meliputi bidang manusiawi. Teknik telah menguasai seluruh sector kehidupan manusia, manusia semakin harus beradaptasi dengan dunia teknik dan tidak ada lagi unsur pribadi manusia yang bebas dari pengaruh teknik.
Alvin Tofler (1970) mengumpakana teknologi itu sebagai mesin yang besar atau sebuah akselarator (alat pemercepat) yang dahsyat, dan ilmu pengetahuan sebagai bahan bakarnya. Dengan meningkatnya ilmu pengetahuan secara kuantitatif dan kualtiatif, maka kiat meningkat pula proses akselerasi yagn ditimbulkan oleh mesinpengubah, lebih-lebih teknologi mampu menghasilkan teknologi yang lebih banyak dan lebih baik lagi.
Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan bagian-bagian yang dapat dibeda-bedakan, tetapi tidak dapat dipisah-pisahkan dari suatu sistem yang berinteraksi dengan sistem-sistem lain dalam kerangka nasional seperti kemiskinan.
Kemiskinan
Kemiskinan lazimnya dilukiskan sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok. Dikatakan berada di bawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang paling pokok seperti pangan, pakaian, tempat berteduh, dan lain-lain. Garis kemiskinan yang menentukan batas minimum pendapatan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pokok, bisa dipengaruhi oleh tiga hal :
1. Persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok yang diperlukan
2. Posisi manusia dalam lingkungan sekitar
3. Kebutuhan objectif manusia untuk bisa hidup secara manusiawi
Persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok yang diperlukan dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, adat istiadat, dan
sistem nilai yang dimiliki. Dalamhal ini garis kemiskinan dapat tinggi atau rendah. Terhadap posisi manusia dalam lingkungan sosial, bukan ukuran kebutuhan pokok yang menentukan, melainkan bagaimana posisi pendapatannya ditengah-tengah masyarakat sekitarnya. Kebutuhan objektif manusia untuk bisa hidup secara manusiawi ditentukan oleh komposisi pangan apakah benilai gizi cukup dengan nilai protein dan kalori cukup sesuai dengan tingkat umur, jenis kelamin, sifat pekerjaan, keadaan iklim dan lingkungan yang dialaminya.
Kesemuanya dapat tersimpul dalam barang dan jasa dan tertuangkan dalam nilai uang sebgai patokan bagi penetapan pendapatan minimal yang diperlukan, sehingga garis kemiskinan ditentukan oleh tingkat pendapatan minilam ( versi bank dunia, dikota 75 $ dan desa 50 $AS perjiwa setahun, 1973) ( berapa sekarang ? ).
Berdasarkan ukuran ini maka mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan memiliki cirri-ciri sebagai berikut :
1. Tidak memiliki factor-faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, ketrampilan. Dll
2. Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan kekuatan sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan ataua modal usaha
3. Tingkat pendidikan mereka rendah, tidak sampai taman SD
4. Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas
5. Banyak yang hidup di kota berusia muda, dan tidak mempunyai ketrampilan.
Kemiskinan menurut orang lapangan (umum) dapat dikatagorikan kedalam tiga unsure :
1. Kemiskinan yang disebabkan handicap badaniah ataupun mental seseorang
2. Kemiskinan yang disebabkan oleh bencana alam
3. Kemiskinan buatan. Yang relevan dalam hal ini adalah kemiskinan buatan, buatan manusia terhadap manusia pula yang disebut kemiskinan structural. Itulah kemiskinan yang timbul oleh dan dari struktur-struktur buatan manusia, baik struktur ekonomi, politik, sosial maupun cultural. Selaindisebabkan oleh hal – hal tersebut, juga dimanfaatkan oleh sikap “penenangan” atau “nrimo”, memandang kemiskinan sebagai nasib, malahan sebagai takdir Tuhan. Kemiskinan menjadi suatu kebudayaan atau subkultur, yang mempunya struktur dan way of life yang telah turun temurun melalui jalur keluarga. Kemiskinan (yagn membudaya) itu disebabkan oleh dan selama proses perubahan sosial secara fundamental, seperti transisi dari feodalisme ke kapitalisme, perubahan teknologi yang cepat, kolonialisme, dsb.obatnya tidak lain adalah revolusi yang sama radikal dan meluasnya.
sumber http://isramrasal.wordpress.com/2009/12/26/ilmu-pengetahuan-teknologi-dan-kemiskinan/
“ Ilmu pengetahuan” lazim digunakan dalam pengertian sehari-hari, terdiri dari dua kata, “ ilmu “ dan “ pengetahuan “, yang masing-masing punya identities sendiri-sendiri. Dikalangan ilmuwan ada keseragaman pendapat, bahwa ilmu itu selalu tersusun dari pengetahuan secara teratur, yang diperoleh dengan pangkal tumpuan (objek) tertentu dengan sistematis, metodis, rasional/logis, empiris, umum dan akumulatif. Pengertian pengetahuan sebagai istilah filsafat tidaklah sederhana karena bermacam-macam pandangan dan teori (epistemologi), diantaranya pandangan Aristoteles, bahwa pengetahuan merupakan pengetahuan yang dapat diinderai dan dapat merangsang budi. Dan oleh Bacon & David Home pengetahuan diartikan sebagai pengalaman indera dan batin. Menurut Imanuel Kant pengehuan merupakan persatuan antara budi dan pengalaman. Dari berbagai macam pandangan tentang pengetahuan diperoleh sumber-sumber pengetahuan berupa ide, kenyataan, kegiatan akal-budi, pengalaman, sintesis budi, atau meragukan karena tak adanya sarana untuk mencapai pengetahuan yang pasti.
Untuk membuktikan pengetahuan itu benar, perlu berpangkal pada teori kebenaran pengetahuan :
1. Pengetahuan dianggap benar apabila dalil (proposisi) itu mempunyai hubungan dengan dalil (proposisi) yang terdahulu
2. Pengetahuan dianggap benar apabila ada kesesuaian dengan kenyataan
3. Pengetahuan dianggap benar apabila mempunyai konsekwensi praktis dalam diri yang mempunyai pengeahuan itu.
Ilmu pengetahuan pada dasarnya memiliki tiga komponen penyangga tubuh pengetahuan yang disusunnya yaitu ; ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Epistemologis hanyalah merupakan cara bagaimana materi pengetahuan diperoleh dan disusun menjadi tubuh ilmu pengetahuan. Ontologis dapat diartikan hakekat apa yang dikaji oleh pengetahuan, sehingga jelas ruang lingkup ujud yang menajdi objek penelaahannya. Atau dengan kata lain ontologism merupakan objek formal dari suatu pengetahuan. Komponen aksiologis adalah asas menggunakan ilmu pengetahuan atau fungsi dari ilmu pengetahuan.
Pembentukan ilmu akan berhadapan dengan objek yang merupakan bahan dalam penelitian, meliputi objek material sebagai bahan yang menadi tujuan penelitian bulat dan utuh, serta objek formal, yaitu sudut pandangan yang mengarah kepada persoalan yang menjadi pusat perhatian. Langkah-langkah dalam memperoleh ilmu dan objek ilmu meliputi rangkaian kegiatan dan tindakan. Dimulai dengan pengamatan, yaitu suatu kegiatan yang diarahkan kepada fakta yang mendukung apa yang dipikirkan untuk sistemasi, kemudian menggolong-golongkan dan membuktikan dengan cara berpikir analitis, sistesis, induktif dan deduktif. Yang terakhir ialah pengujian kesimpulan dengan menghadapkan fakta-fakta sebagai upaya mencari berbagai hal yang merupakan pengingkaran.
Untuk mencapai suatu pengetahuan yang ilmiah dan obyektif diperlukan sikap yang bersifat ilmiah, yang meliputi empat hal yaitu :
1. Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga menacapi pengetahuan ilmiah yang obeyktif
2. Selektif, artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapi supaya didukung oleh fakta atau gejala, dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada
3. Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tak dapat diubah maupun terhadap indera dam budi yang digunakan untuk mencapai ilmu
4. Merasa pasti bahwa setiap pendapat, teori maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian, namun masih terbuka untuk dibuktikan kembali.
Permasalahan ilmu pengetahuan meliputi arti sumber, kebenaran pengetahuan, serta sikap ilmuwan itu sendiri sebagai dasar untuk langkah selanjutnya.
Teknologi
Dalam konsep yang pragmatis dengan kemungkinan berlaku secara akademis dapatlah dikatakan bahwa pengetahuan (body ofknowledge), dan teknologi sebagai suatu seni (state of arts ) yang mengandung pengetian berhubungan dengan proses produksi; menyangkut cara bagaimana berbagai sumber, tanah, modal, tenaga kerja dan ketrampilan dikombinasikan untuk merealisasi tujuan produksi. “secara konvensional mencakup penguasaan dunia fisik dan biologis, tetapi secara luas juga meliputi teknologi sosial, terutama teknoogi sosial pembangunan (the social technology of development) sehingga teknologi itu adalah merode sistematis untuk mencapai tujuan insani (Eugene Stanley, 1970).
Teknologi memperlihatkan fenomenanya alam masyarakat sebagai hal impersonal dan memiliki otonomi mengubah setiap bidang kehidupan manusia menjadi lingkup teknis. Jacques Ellul dalam tulisannya berjudul “the technological society” (1964) tidak mengatakan teknologi tetapi teknik, meskipun artinya sama. Menurut Ellul istilah teknik digunakan tidak hanya untuk mesin, teknologi atau prosedur untuk memperoleh hasilnya, melainkan totalitas metode yang dicapai secara rasional dan mempunyai efisiensi (untuk memberikan tingkat perkembangan) dalam setiap bidang aktivitas manusia. Jadi teknologi penurut Ellul adalah berbagai usaha, metode dan cara untuk memperoleh hasil yang distandarisasi dan diperhingkan sebelumnya.
Fenomena teknik paa masyarakat ikini, menurut Sastrapratedja (1980) memiliki ciri-ciri sebagia berikut :
1. Rasionalistas, artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional
2. Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah
3. Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan secara otomatis. Demikian juga dengan teknik mampu mengeliminasikan kegiatan non teknis menjadi kegiatan teknis
4. Teknik berkembang pada suatu kebudayaan
5. Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung
6. Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan
7. otonomi artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri.
Teknologi yang berkembang denan pesat meliputi berbagai bidang kehidupan manusia. Luasnya bidang teknik digambarkan sebagaia berikut :
1. Teknik meluputi bidang ekonomi, artinya teknik mampu menghasilkan barang-barang industri. Dengan teknik, mampu mengkonsentrasikan capital sehingga terjadi sentralisasi ekonomi
2. Teknik meliputi bidang organisasional seperti administrasi, pemerintahan, manajemen, hukum dan militer
3. Teknik meliputi bidang manusiawi. Teknik telah menguasai seluruh sector kehidupan manusia, manusia semakin harus beradaptasi dengan dunia teknik dan tidak ada lagi unsur pribadi manusia yang bebas dari pengaruh teknik.
Alvin Tofler (1970) mengumpakana teknologi itu sebagai mesin yang besar atau sebuah akselarator (alat pemercepat) yang dahsyat, dan ilmu pengetahuan sebagai bahan bakarnya. Dengan meningkatnya ilmu pengetahuan secara kuantitatif dan kualtiatif, maka kiat meningkat pula proses akselerasi yagn ditimbulkan oleh mesinpengubah, lebih-lebih teknologi mampu menghasilkan teknologi yang lebih banyak dan lebih baik lagi.
Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan bagian-bagian yang dapat dibeda-bedakan, tetapi tidak dapat dipisah-pisahkan dari suatu sistem yang berinteraksi dengan sistem-sistem lain dalam kerangka nasional seperti kemiskinan.
Kemiskinan
Kemiskinan lazimnya dilukiskan sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok. Dikatakan berada di bawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang paling pokok seperti pangan, pakaian, tempat berteduh, dan lain-lain. Garis kemiskinan yang menentukan batas minimum pendapatan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pokok, bisa dipengaruhi oleh tiga hal :
1. Persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok yang diperlukan
2. Posisi manusia dalam lingkungan sekitar
3. Kebutuhan objectif manusia untuk bisa hidup secara manusiawi
Persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok yang diperlukan dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, adat istiadat, dan
sistem nilai yang dimiliki. Dalamhal ini garis kemiskinan dapat tinggi atau rendah. Terhadap posisi manusia dalam lingkungan sosial, bukan ukuran kebutuhan pokok yang menentukan, melainkan bagaimana posisi pendapatannya ditengah-tengah masyarakat sekitarnya. Kebutuhan objektif manusia untuk bisa hidup secara manusiawi ditentukan oleh komposisi pangan apakah benilai gizi cukup dengan nilai protein dan kalori cukup sesuai dengan tingkat umur, jenis kelamin, sifat pekerjaan, keadaan iklim dan lingkungan yang dialaminya.
Kesemuanya dapat tersimpul dalam barang dan jasa dan tertuangkan dalam nilai uang sebgai patokan bagi penetapan pendapatan minimal yang diperlukan, sehingga garis kemiskinan ditentukan oleh tingkat pendapatan minilam ( versi bank dunia, dikota 75 $ dan desa 50 $AS perjiwa setahun, 1973) ( berapa sekarang ? ).
Berdasarkan ukuran ini maka mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan memiliki cirri-ciri sebagai berikut :
1. Tidak memiliki factor-faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, ketrampilan. Dll
2. Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan kekuatan sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan ataua modal usaha
3. Tingkat pendidikan mereka rendah, tidak sampai taman SD
4. Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas
5. Banyak yang hidup di kota berusia muda, dan tidak mempunyai ketrampilan.
Kemiskinan menurut orang lapangan (umum) dapat dikatagorikan kedalam tiga unsure :
1. Kemiskinan yang disebabkan handicap badaniah ataupun mental seseorang
2. Kemiskinan yang disebabkan oleh bencana alam
3. Kemiskinan buatan. Yang relevan dalam hal ini adalah kemiskinan buatan, buatan manusia terhadap manusia pula yang disebut kemiskinan structural. Itulah kemiskinan yang timbul oleh dan dari struktur-struktur buatan manusia, baik struktur ekonomi, politik, sosial maupun cultural. Selaindisebabkan oleh hal – hal tersebut, juga dimanfaatkan oleh sikap “penenangan” atau “nrimo”, memandang kemiskinan sebagai nasib, malahan sebagai takdir Tuhan. Kemiskinan menjadi suatu kebudayaan atau subkultur, yang mempunya struktur dan way of life yang telah turun temurun melalui jalur keluarga. Kemiskinan (yagn membudaya) itu disebabkan oleh dan selama proses perubahan sosial secara fundamental, seperti transisi dari feodalisme ke kapitalisme, perubahan teknologi yang cepat, kolonialisme, dsb.obatnya tidak lain adalah revolusi yang sama radikal dan meluasnya.
sumber http://isramrasal.wordpress.com/2009/12/26/ilmu-pengetahuan-teknologi-dan-kemiskinan/
Kamis, 09 Desember 2010
PERBANDINGAN KEHIDUPAN SOSIAL DI KOTA DAN PEDESAAN
PERBANDINGAN KEHIDUPAN SOSIAL DI KOTA DAN PEDESAAN
Menurut aristoteles , manusia merupakan zoon politicon sehingga manusia memiliki peran ganda, yaitu selain sebagai makhluk individualis, sedangkan sebagai makhluk sosial manusia tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan interaksi satu sama lain. Interaksi tersebut dimulai dari proses sosialisaisi yang terjadi semenjak mereka dilahirkan kedunia. Sosialisasi itu dimulai dari lingkungan yang paling kecil , yaitu lingkup keluarga. Keluarga merupakan suatu agen sosialisasi khususnya peranan orang tua. karena mereka berperan untuk membentuk karakter sarta nilai-niali yang ditanamkan orang tua kepada anaknya . dalam keluarga, setiap anggotanye memeliki status dan peranan yang sangpenting. Menurut Astrid S. Susanto dalam bukunya Pengantar Tekhnologi dan dan Perubahaan sosial , status merupakan kedudukan obyejtif yang memberi hak dan kewajiban kepada orang yang menempati suatu kedudukan . sedangkan role atau peranan merupakan dinamika dari status atau penggunaan dari hak dan kewajiban dari pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa peranan atau role muncul setelah adanya status kedudukan yang terdapat dalam diri seseorang untuk mendapatkan hak dan menjalankan kewajiban
Dalam ilmu sosial, kehidupan sosial merupakan kehidupan bermayarakatyangMenurut aristoteles , manusia merupakan zoon politicon di tandai dengan sikap dan perilaku menghargai dan menghormati antar anggota keluarga,bertetangga, berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan sosial, bergotong royong,tenggang rasa, tolong menolong baik yang bersifat moril maupun yang bersifat meteril. Kehidupan bersosial itu sangat penting dan perlu di bina terus, karena dapat menciptakan suasana aman,damai sehingga tidak terjadi kesenjangan soial antar sesama. Tanpa ada orang lain manusia tidak bisa melakukan tindakan apapun. Management essential mengatakan “ketika anda memrlukan bantuan bukan teman anda yeng lebih dulu membantu tetapi tetanga anda”
Di atas telah dijelaskan pengertian kehidupan sosial, dan bagaimana gambaran kehidupan sosial di perkotaan dan pedesaan.
Kehidupan Sosial Di Perkotaan
Kota merupakan tempat atau pusat kegiatan disegala bidang , baik itu pemerintahan, perdagangan, dan kota identik dengan keramaian. Tiap tahun terjadi peningkatan jumlah penduduk khusus kota-kota besar yang cukup signifikan karena masyarakat menganggap kota merupakan tempat untuk mengadu nasib. Di perkotaan dengan gaya hidup yang serba medoren dan konsumerisme, menyebabkan manusia bersifat individualistik dan materialistik artinya penuh dengan keegoisan,sikap masa bodoh, dan segala sesuatu hanya diukur dengan materi dan materi, seperti peribahasa mengatakan “tak ada persahabatan yang abadi, hanya kepentingan yang abadi”. Sehingga tidak heran pula banyak sekali generasi muda (young generation) yang terjerumus dalalm tindakan kriminal seperti terlibat dalam kasus narkoba, pelacuran, perampokan, hal itu semua terjadi karena tuntutan kebutuhan hidup yang tidak diimbangi dengan kemampuan (faktor ekonomi).
Kehidupan Sosial Di Pedesaan
Perbeda dengan kehidupan perkotaan. Pedesaan sangat jauh dari keramaian, perdagangan, bahkan kebijakan pemerintah tidak terealisasi disana, pada umumnya masyarakat di pedesaan menyambung hidupnya dengan bertani, karyawan buruh, akan tetapi suasana kekeluargaan, solidaritas, tolong menolong , gotong-royong, serta kegiatan bakti sosial lainnya dikerjakan secara bersama-sama. Mereka belum mengenal gaya hidup, konsumerisme, budaya ketimuran masih terasa kental.
Sumber : http://bunyamingunadarma.wordpress.com/2009/10/04/kehidupan-sosial-di-perkotaan-dan-pedesaan/
Menurut aristoteles , manusia merupakan zoon politicon sehingga manusia memiliki peran ganda, yaitu selain sebagai makhluk individualis, sedangkan sebagai makhluk sosial manusia tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan interaksi satu sama lain. Interaksi tersebut dimulai dari proses sosialisaisi yang terjadi semenjak mereka dilahirkan kedunia. Sosialisasi itu dimulai dari lingkungan yang paling kecil , yaitu lingkup keluarga. Keluarga merupakan suatu agen sosialisasi khususnya peranan orang tua. karena mereka berperan untuk membentuk karakter sarta nilai-niali yang ditanamkan orang tua kepada anaknya . dalam keluarga, setiap anggotanye memeliki status dan peranan yang sangpenting. Menurut Astrid S. Susanto dalam bukunya Pengantar Tekhnologi dan dan Perubahaan sosial , status merupakan kedudukan obyejtif yang memberi hak dan kewajiban kepada orang yang menempati suatu kedudukan . sedangkan role atau peranan merupakan dinamika dari status atau penggunaan dari hak dan kewajiban dari pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa peranan atau role muncul setelah adanya status kedudukan yang terdapat dalam diri seseorang untuk mendapatkan hak dan menjalankan kewajiban
Dalam ilmu sosial, kehidupan sosial merupakan kehidupan bermayarakatyangMenurut aristoteles , manusia merupakan zoon politicon di tandai dengan sikap dan perilaku menghargai dan menghormati antar anggota keluarga,bertetangga, berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan sosial, bergotong royong,tenggang rasa, tolong menolong baik yang bersifat moril maupun yang bersifat meteril. Kehidupan bersosial itu sangat penting dan perlu di bina terus, karena dapat menciptakan suasana aman,damai sehingga tidak terjadi kesenjangan soial antar sesama. Tanpa ada orang lain manusia tidak bisa melakukan tindakan apapun. Management essential mengatakan “ketika anda memrlukan bantuan bukan teman anda yeng lebih dulu membantu tetapi tetanga anda”
Di atas telah dijelaskan pengertian kehidupan sosial, dan bagaimana gambaran kehidupan sosial di perkotaan dan pedesaan.
Kehidupan Sosial Di Perkotaan
Kota merupakan tempat atau pusat kegiatan disegala bidang , baik itu pemerintahan, perdagangan, dan kota identik dengan keramaian. Tiap tahun terjadi peningkatan jumlah penduduk khusus kota-kota besar yang cukup signifikan karena masyarakat menganggap kota merupakan tempat untuk mengadu nasib. Di perkotaan dengan gaya hidup yang serba medoren dan konsumerisme, menyebabkan manusia bersifat individualistik dan materialistik artinya penuh dengan keegoisan,sikap masa bodoh, dan segala sesuatu hanya diukur dengan materi dan materi, seperti peribahasa mengatakan “tak ada persahabatan yang abadi, hanya kepentingan yang abadi”. Sehingga tidak heran pula banyak sekali generasi muda (young generation) yang terjerumus dalalm tindakan kriminal seperti terlibat dalam kasus narkoba, pelacuran, perampokan, hal itu semua terjadi karena tuntutan kebutuhan hidup yang tidak diimbangi dengan kemampuan (faktor ekonomi).
Kehidupan Sosial Di Pedesaan
Perbeda dengan kehidupan perkotaan. Pedesaan sangat jauh dari keramaian, perdagangan, bahkan kebijakan pemerintah tidak terealisasi disana, pada umumnya masyarakat di pedesaan menyambung hidupnya dengan bertani, karyawan buruh, akan tetapi suasana kekeluargaan, solidaritas, tolong menolong , gotong-royong, serta kegiatan bakti sosial lainnya dikerjakan secara bersama-sama. Mereka belum mengenal gaya hidup, konsumerisme, budaya ketimuran masih terasa kental.
Sumber : http://bunyamingunadarma.wordpress.com/2009/10/04/kehidupan-sosial-di-perkotaan-dan-pedesaan/
Kamis, 02 Desember 2010
Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat
Pelapisan Sosial
Individu terdiri dari :
terbentuknya masyarakat, yang terdiri dari berbagai latar belakang dan kelompok sosial yang berstatus.
masyarakat dan ndividu adalah komplemeter dapat di lihat dalam kenyataan bahwa:
a. manusia di pengaruhi oleh masyarakat demi pembentukan pribadinya.
b. individu mempengaruhi masyarakat dan bahkan menyebabkan strarifikasisosial.
Menurut Pitirim A.Sorokin, Bahwa “Pelapisan Masyarakat adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat (hierarchis)”.
Sedangkan menurut Theodorson dkk, didalam Dictionary of Sociology, bahwa “Pelapisan Masyarakat berarti jenjang status dan peranan yang relatif permanent yang terdapat didalam sistem sosial (dari kelompok kecil sampai ke masyarakat) di dalam pembedaan hak, pengaruh, dan kekuasaan. Masyarakat yang berstratifikasi sering dilukiskan sebagai suatu kerucut atau piramida, dimana lapisan bawah adalah paling lebar dan lapisan ini menyempit ke atas.
pelapisan masyarakat adalah perbedaan penduduk / masyarakat ke dalam kelas – kelas yang tersusun secara bertingkat.
pelapisan masyarakat adlaah jenjang status dan peranan yang relatif permanen yang terdapat dalam sistem sosial di dalam hal perbedaan hak pegaruh dan keluasan yang sering di gambar kan.
http://vinicgilang.blogspot.com/2010/01/lapisan-sosial.html
kesamaan derajat
kalau bicara tentang kesamman derajat di Indonesia ini sangat berpengaruh untuk apapun, seperti TKI di arab yang sekarang sekarang sedang marak di beritakan di TV atau informasi lainnya, banyak yang teraniaya dengan kejam seperti di gunting bibirnya di siksa badannya para pekerja di kita sudah tidak di anggap seperti manusia mereka tidak di gaji dengan layak bahkan ada yang tidak di beri makan. Ada yang sampai mati di sana, di setiap Negara TKI Indonesia selalu di perlakukan seperti ini. Tidak ada pembelaan dari negeri sendiri hidup mereka luntang lantung tanpa ada yang membela. Beginilah nasib kalangan menengah kebawah, mereka harus jauh jauh berkerja dan tidak menghasilkan apapun untuk keluarga.Berbanding jauh dengan orang yang kaya atau berduit seperti gayus tambunan, dia seorang terdakwa tapi masih bisa untuk keluar masuk rutan semaunya dengan alas an rindu keluarga dan strees kalau di dalam tutan setiap hari, karena dia punya uang banyak maka dengan mudahnya dia menyogok polosi dan kepala rutan di sana. Semua itu karena uang yang membedakan derajat manusia di mata hukum yang berduit yang menang.
Sabtu, 20 November 2010
Kewarga Negaraan dan Negara
Pada waktu sebelum terbentuknya Negara, setiap individu mempunyai kebebasan penuh utnuk melaksanakan keinginannya. Dalam keadaan dimana manusia di dunia masih sedikit hal ini isa berlangsung tetapi dengan makin banyaknya manusia berarti akan semakin sering terjadi persinggungan dan bentrokan antara individu satu dengan lainnya.. Akibatnya seperti kata Thomas Hobbes (1642) manusia seperti serigala terhadap manusia lainnya (homo hominilopus) berlaku hokum rimba yaitu adanya penindasan yang kuat terhadap yang lemah masing-masing merasa ketakutan dan merasa tidak aman di dalam kehidupannya. Pada saat itulah manusia merasakan perlunya ada suatu kekuasaan yang mengatur kehidupan individu-individu pada suatu Negara.
Masalah warganegara dan engara perlu dikaji lebih jauh, mengingat demokrasi yang ingin ditegakkan adalah demokrasi berdasarkan Pancasila. Aspek yang terkandugn dalam demokrasi Pancasila antara lain ialah adanya kaidah yang mengikat Negara dan warganegara dalam bertindak dan menyelenggarakan hak dan kewajiban serta wewenangnya. Secara material ialah mengakui harkat dan marabat manusia sebagai mahluk Tuhan, yang menghendaki pemerintahan untuk membahagiakannya, dan memanusiakan waganegara dalam masyarakat Negara dan masyarakat bangsa-bangsa.
Negara, Warga Negara, dan Hukum
Negara merupakan alat (agency) atau wewenang (authory) yagn mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama atas nama masyarakat. Oleh karena itu Negara mempunyai dua tugas yaitu :
- mengatur dan mengendalikan gejala-gejala kekuasaan yang asosial, artinya yang bertentangan satu sama lain supaya tidak menjadi antagonisme yang membahayakan.
- mengorganisasi dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan-golongan kearah tercapainya tujuan-tujuan dari masyarakat seluruhny atau tujuan sosial.
Pengendalian ini dilakukan berdasarkan hukum dan dengan peraturan pemerintah beserta lembaga-lembaganya. Hukum yang mengatur kehidupan masyarakat dan nyata berlaku dalam masyarakat disebut hukum positif. Istilah “hukum positif” dimaksudkan untuk menandai diferensiasi, dan hukum terhadap kaidah-kaidah lain dalam masyarakat tampil lebih jelas, tegas, dan didukung oleh perlengkapan yang cukup agar diikuti anggota masyarakat.
Hukum adalah himpunan peraturan-peraturan (perintah-perintah atau larangan-larangan) yang mengurus tata tertib alam hukum masyarakat dan karena itu harus ditaati oleh masyarakat. Simorangkir mendfinisikan hukum sebagai peraturan – peraturan yang memaksa, yang menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat yang dibuat oleh badan-badan yang berwajib, pelanggaran mana terhadap peraturan tadi berakibat diambilnya tindakan, yaitu dengan hukuman tertentu.
Sifat Negara
- sifat memaksa, artinya Negara mempunyai kekuasaan untuk menggunakan kekerasan fisik secara legal agar tercapai ketertiban dalam masyarakat dan mencegah timbulnya anarkhi
- sifat monopoli, artinya Negara mempunyai hak kuasa tunggal dan menetapkan tujuan bersama dari masyarakat
- sifat mencakup semua, artinya semua peraturan perundangan mengenai semua orang tanpa terkecuali.
di kutip dari : http://isramrasal.wordpress.com/2009/11/06/warganegara-dan-negara/
Kamis, 28 Oktober 2010
Pemuda jaman sekarang
*Sumpah Pemuda..
KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA MENGAKU BERTANAH AIR SATU
TANAH AIR INDONESIA.
KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA MENGAKUBERBANGSA SATU
BANGSA INDONESIA.
KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA MENGAKU BERBAHASA SATU
BAHASA INDONESIA.
enggak terasa udah 82 tahun sumpah pemuda dan pemudi berikrar, lalu magaimana kita sebagai pemuda menyikapi sumpah pemuda yang sekarang kayanya sudah banyak yang lupa karena kenyatannya di kehidupan sehari hari kita sebagai pemuda udah luntur rasa nasionalisme malah banyak yang hoby nya demo dan banyak yang ngerusak aset negara.. .
Hari ini bertepatan hari sumpah pemuda, bisa di lihat darii bedanya jaman dulu sama jaman sekarang, jaman yang semakin maju .. .
BERTANAH AIR SATU
TANAH AIR INDONESIA.
kita lahir dan tinggal di Indonesia tapi masih banyak aja pemuda pemuda yang kurang bersyukur tinggal di Indonesia, Negara yang punya segudang kekayaan. Emang masih banyak orang yang tidak bisa manfaatin semuanya.. tapi ayolah bangun para pemuda.!!
BERBANGSA SATU
BANGSA INDONESIA.
emang siiy masih berbangsa indonesia tapi masiih aja banyak yang sekolah di luar negri, beli barang barang sampe makanan berbauu luar negrii, jaraang tuuw pemuda jaman sekarang mauu makanan asli tanah air sendiri kaya gado gadoo, kerak teloor mpee sate padang mana ada cobaa.. .
BERBAHASA SATU
BAHASA INDONESIA.
tapi kita soo soooan pake bahasaa gaul atau yang kebarat baratan bikiin rusak bahasa ibu pertiwii aja,gimana enggak nangiis tuuw ibu pertiwi padahal enggak ada bagus bagusnya di denger dan bahasanya kurang mendidik.. .
seharusnya kita bangga sebagai pemuda indonesia yang memiliki kekayaan alam, kekayaan sumber daya manusia. Kekayaan kebudayaan.. .
sebagai mahasisiwa untuk meneruskan perjuangan para pemuda mari kita lestarikan kekayaan tersebut dengan menggunakan produk dalam negeri dan jaga semua aset negara kita..:)
*CINTAI INDONESIA*
Senin, 18 Oktober 2010
keluarga itu penting lowhh...
Peran keluarga sangat penting bagi setiap individu, karena hanya keluarga lah yang menerima kita apa adanya tanpa ada pamrih. Keluarga itu terdiri dari ayah ibu dan anak – anak.ayah bekerja dan mencari nafkah untuk keluaraga sedangkan ibu dan anak –anak mengurus rumah tangga. Semua harus berkerja sama dalam kehidupan agar mencapai keluarga yang harmonis.
Banyak ana- anak seumuran saya tidak terlalu perduli dengan keluarga. Seperti pulang kampus langsung mayin bersama teman atau bahkan menginap di rumah teman tanpa memberi tahu orang rumah terlebih dahulu padahal keluarhanya dirumah selalu menunggu dan menunggu..
keluarga tidak dapat tergantikan oleh siapa pun, hal yang paling penting dalam hidup adalah keluarga, bayangkan seorang hidup sebatang kara tidak punya sanak saudara yang menemani, tidak punya tempat untuk berkeluh kesah menceritakan apa yang di alami.
Maka kita harus bersyukur memiliki keluarga yang sempurna, di setiap rumah tangga memiliki cerita lain di dalamnya ada senang, sedih, dan bahkan ada yang selalu marah marah di rumah.
Ada yang tidak bahagia padahal harta melimpah dan ada pula walaupun sederhana tapi selalu bahagia tidak meras kekurangan apapun.
Seperti apa keluarga kalian.????
Dari bacaan di atas kita dapat menyimpulkan kebutuhan akan keluarga dalam kehidupan sangatlah penting, soo jangan sia – sia kan keluarga kalian sekarang yaa buat yang jarang pulang ayolah bersosialisasi dengan kelurga sendiri itu lebih penting dari pada dengan orang lain.. .
Banyak ana- anak seumuran saya tidak terlalu perduli dengan keluarga. Seperti pulang kampus langsung mayin bersama teman atau bahkan menginap di rumah teman tanpa memberi tahu orang rumah terlebih dahulu padahal keluarhanya dirumah selalu menunggu dan menunggu..
keluarga tidak dapat tergantikan oleh siapa pun, hal yang paling penting dalam hidup adalah keluarga, bayangkan seorang hidup sebatang kara tidak punya sanak saudara yang menemani, tidak punya tempat untuk berkeluh kesah menceritakan apa yang di alami.
Maka kita harus bersyukur memiliki keluarga yang sempurna, di setiap rumah tangga memiliki cerita lain di dalamnya ada senang, sedih, dan bahkan ada yang selalu marah marah di rumah.
Ada yang tidak bahagia padahal harta melimpah dan ada pula walaupun sederhana tapi selalu bahagia tidak meras kekurangan apapun.
Seperti apa keluarga kalian.????
Dari bacaan di atas kita dapat menyimpulkan kebutuhan akan keluarga dalam kehidupan sangatlah penting, soo jangan sia – sia kan keluarga kalian sekarang yaa buat yang jarang pulang ayolah bersosialisasi dengan kelurga sendiri itu lebih penting dari pada dengan orang lain.. .
Langganan:
Postingan (Atom)



