Java adalah bahasa pemrogaman yang berorientasi objek yang di kembangkan oleh Sun Microsystems sejak tahun 1991, sebuah perusahaan besar di Amerika Serikat. Bahasa ini dikembangkan dengan model yang mirip dengan bahasa C++ dan Smalltalk, namun dirancang agar lebih mudah dipakai dan platfrom independent, yaitu dapat dijalankan di berbagai jenis sistem informasi dan arsitektur komputer. Bahasa ini juga dirancang untuk pemograman di internet.
Java memiliki sejumlah mekanisme untuk networking dan sistem terdistribusi, yaitu socket, CORBA, dan mobile argents.
Pada perkembangannya, banyak vendor-vendor seperti oracle, nokia, siemens, yahoo portal yang menggunakan Java untuk pengembangan aplikasinya.
B.Program Java
Program java dapat dikategorikan menjadi 2 yaitu:
* Application ‘yaitu program yang dapat dijalankan dari command prompt suatu sistem operasi’
Contoh dari application yang berdiri sendiri dapat berupa :
· Window-based application ‘menggunakan antar muka grafikal’
· Console application ‘menggunakan karakter-karakter tanpa antar muka grafikal
* Applet ‘yaitu program java yang di eksekusi di dalam web page’
Untuk menggunakan applet maka diperlukan browser yang mendukung java, seperti MS Internet Explorer 4.0, Netscape Navigator 4.0 atau Hot Java.
C.Fitur-fitur yang disediakan Java
* Aksebilitas dari lokasi manapun di dunia
* Sistem bebas virus
* Aplikasi yang dapat digunakan pada bermacam-macam platform (Platform independent application)
D.Sejarah Java
Nama Java kebetulan sama dengan pulau yang ada di Indonesia yaitu Jawa, namun proses kelahirannya tidak ada hubungannya secara fisik dengan Indonesia ataupun pulau Jawa.
Bahasa Java mulai dikenalkan pada tahun 1991 ketika Sun Microsystems memulai proyek penelitian yang diberi nama kode Green. Proyek ini bertujuan untuk membangun sebuah sistem yang memungkinkan komputer berperan dalam peralatan rumah tangga.
Lalu Sun memfokuskan proyek mereka pada peralatan untuk TV kabel yang disebut set-top box. Tujuannya adalah agar pemirsa TV dapat berinteraksi dengan industri.
Untuk meralisasikan proyek ini, mereka merencanakan untuk membangun sebuah sistem informasi yang dibangun dengan bahasa C++. Kemudian James Gosling merasa tidak puas dengan bahasa C++, lalu ia memutuskan untuk membuat bahasa pemrogaman sendiri yang ia beri nama Oak, oak lebih sederhana dari C++, lebih stabil, lebih mendukung network progamming. Oak merupakan murni obyek oriented.
Dua tahun berikutnya sampai tahun 1994, proyek bisins green mengalami kegagalan, menyusul penolakan pasar terhadap ide TV interaktif. Selanjutnya, Sun mengalami kegagalan pada impian peralatan cerdasnya, melihat celah lain dunia web.
Pada tahun 1995, nama Oak lalu diganti karena ada produk lain yaitu diganti dengan nama Java. Nama Java ini sama sekali tidak di dasarkan atas kedekatan mereka dengan Indonesia atau pulau Jawa, tetapi di kerenakan oleh para pekerja Sun sebagai nama jenis kopi. Bersamaan dengan lahirnya Java, Sun juga mengganti nama web browser menjadi HotJava.
E.Platform Independent
Platform independent berarti program yang ditulis dalam bahasa Java dapat dengan mudah dipindahkan antar berbagai jenis sistem operasi dan berbagai jenis arsitektur komputer.
Semua tipe data dalam bahasa Java mempunyai ukuran yang konsisten di semua jenis platform. Source code program Java sendiri tidak perlu dirubah sama sekali jika Anda ingin mengkompile ulang di platform lain.
Hasil dari mengkompile source code Java berupa bytecode yang berupa file berekstensi .class. Bytecode tersebut dapat langsung Anda eksekusi di tiap platform yang dengan menggunakan Java Virtual Machine (JVM) sebagai interpreter terhadap bytecode tersebut.
JVM sendiri adalah sebuah aplikasi yang berjalan di atas sebuah sistem operasi dan menerjemahkan bytecode program Java dan mengeksekusinya, sehingga secara konsep bisa dianggap sebagai sebuah interpreter.
F.Library
Bahasa Java sendiri memiliki library yang cukup besar yang dapat mempermudah Anda dalam membuat sebuah aplikasi dengan cepat. Library ini mencakup untuk grafik, desain user interface, kriptografi, jaringan, suara, database, dan lain-lain.
G.OO(Objeck Oriented)
Java adalah bahasa pemrograman berorientasi objek. Pemrograman berorientasi objek adalah teknik untuk mengorganisir program dan dapat digunakan hampir semua bahasa pemrogaman.
H.Memulai Pemrogaman Java
Untuk memulai pemrogaman Java, anda membutuhkan JDK
Langkah-langkah yang harus anda lakukan
· Membuat source code program dengan editor teks apapun, file tersebut hharus berekstensi .java dan case sensitive
· Mengkompile source code dengan perintah javac. Contoh: javacHelloWord.java.
· Mengeksekusi bytecode dengan perintah java, contoh: javaHelloworld.
I.Source Code
Berikut kode untuk HelloWorld.java:
public class HelloWorld
{
public static void main(String[] args)
{
System.out.println(“Apa Kabar Dunia ?”);
}
}
Java bersifat case sensitive, sehingga anda harus memperhatikan penggunaan huruf besar dan kecil. Selain itu penulisan source code program tidak harus memperhatikan bentuk tertentu , sehingga anda bisa saja menuliskan semua baris source code tersebut dalam satu baris asal anda tidak lupa membubuhkan tanda titik koma (;).
J.Kompilasi
Setelah itu sava syntax dengan nama HelloWorld.java (sesuai dengan nama class). Kemudian meng-complie syntax program tersebut dengan perintah:
prompt> javac HelloWorld.java
K.Sintaks Program
Pernyataan public class, adalah pernyataan pembuka sebuah kelas. Pernyataan public static void main (String[] args), adalah pernyataan pembuka sebuah metode. Metode, adalah kumpulan pernyataan untuk melakukan suatu tugas tertentu dalam kelas. Kata Public di depannya mempunyai fungsi yang sama dengan kata public yang ada di depan baris permukaan kelas.
Pada listing terdapat kata static, pada pernyataan pembuka metode main. Dalam metode main dalam aplikasi, parameternya adalah selalu String[] args, dimana args hanyalah sebuah nama dari obyek array dan String. Array ini nantinya akan berisi parameter-parameter yang diberikan user sebagai command line.
Setiap pertanyaan dalam sebuah metode dipisahkan oleh titik koma dan akan di eksekuesi satu persatu. Kedua pernyataan pada listing ternyata memanggilsebuah metode lain yaitu metode println.
Untuk memanggil sebuah metode diperlukan tiga komponen yaitu:
· Objek yang ingin kita pakai. Dalam hal ini objek System.out
· Nama metode yang ingin kita pakai. Dalam hal ini println
· Sepasang tanda kurung yang berisi informasi tambahan yang diperlukan oleh metode yang dipanggil, yaitu parameter
Dalam listing, pernyataan System.out.println(“Apa Kabar Dunia?”); , berarti carilah objek out dalam kelas System kemudian panggil metode println dari objek out dengan parameter berupa string “Apa Kabar Dunia?”.
L.Eksekusi
Untuk mengeksekusinya kita tinggal mengetikan perintah java HelloWorld pada prompt dan pesan Apa Kabar Dunia? Akan tampil layar
prompt> java HelloWorld
Tipe Data Primitive dan String
Pada Java, terdapat tipe data sederhana dan tipe data array. Tipe data sederhana terdiri dari: tipe bolean, dan tipe numerik yang terdiri dari byte, short, int, long, char, float, dan double.
Tipe data numerik dapat dirangkum pada tabel berikut
Data type Size/format Range
Byte 8-bit -128 to +127 if signed (-2pngkat7 to 2
pngkt7 – 1) 0 to 255 if unsigned
Short 16-bit -32768 to +32768 (-2pgkat15 to 2
pngkat15 – 1)
int 32-bit -2pgkat31 to 2pgkat31 - 1
long 64-bit +/- about 2pgkat31
double 16-bit +/- about 2pgkat63
char 16-bit sebuah karakter
boolean 1-bit Nilai boolean (true/false)
Java juga menyediakan String untuk menampung data yang lebih dari satu karakter. Sebetulnya string bukan tipe data, melainkan objek berisi kumpulan karakter (char)
Array, adalah kumpulan variabel dengan tipe sejenis dengan nama yang sama.
Contoh pendeklarasian dari variabel dengan tipe “array of int” :
int vektor[];
Index array dimulai dari 0 (nol). Contoh berikut untuk mengalokasikan 5 buah integer ke dalam array:
vektor = new int[5];
Selanjutnya untuk mengisi elemen‐elemen array adalah sebagai berikut:
vektor[0] = 4;
vektor[1] = 3;
vektor[2] = 7;
vektor[3] = 5;
vektor[4] = 4;
Anda juga bisa menginisialisasi array yang sama dengan contoh di atas dengan cara yang lebih singkat sebagai berikut:
int vektor[] = {4, 3, 7, 5, 4};
Operator dalam Java
Java memiliki 44 operator yang terbagi menjadi 4 jenis dasar, yaitu :
· Operator Aritmatik, operator ini tidak dapat digunakan untuk tipe boolean tetapi dapat digunakan untuk tipe char, karena char adalah anggota himpunan int
Operator hasil
+ penjumlahan
+= persamaan penjumlahan
- Pengurangan (juga untuk unary minus)
-= persamaan pengurangan
* perkalian
*= persamaan perkalian
/ pembagian
/= persamaan pembagian
% modulus (sisa pembagian)
%= persamaan modulus
++ penambahan
-- pengurangan
· Operator Bitwise
Tipe numerik integer, long, int, short, char, dan byte memiliki kumpulan operator tambahan yang dapat memodifikasi dan memeriksa bit-bit yang menyusun nilainya.
Operator Hasil
~ unary NOT
& AND
| OR
^ exclusive OR
>> shift kanan
>>> shift kanan, isi dengan nol
<< shift kiri
&= pernyataan AND
|= pernyataan OR
^= pernyataan exclusive OR
>>= pernyataan shift kanan
>>>= pernyataan shift kanan, isi dengan nol
<<= pernyataan shift kiri
· Operator relasi
Untuk membandingkan dua buah nilai
Operator Hasil
== sama dengan
!= tidak sama dengan
> lebih dari
< kurang dari
>= lebih dari atau sama dengan
<= kurang dari atau sama dengan
· Operator boolean
Operator boolean pada tabel dibawah ini bekerja hanya pada operan boolean
Operator Hasil
& logika AND
| logika OR
^ logika XOR
|| hubungan singkat OR
&& hubungan singkat AND
! hubungan singkat NOT
&= pernyataan AND
|= pernyataan OR
^= pernyataan XOR
== sama dengan
!= tidak sama dengan
?: operator ternary if-then-else
Contoh syntax dengan menggunakan tipe data
A.Tipe data
class contohinteger
{
public static void main(String agrs[])
{
int nilai ;
nilai = 95;
System.out.println(“Nilai : “ + nilai);
}
}
B.String
class contohstring
{
public static void main(String[] args)
{
String nama;
nama = “STIKOM BALI”;
System.out.println(“Nama : “ + nama);
}
}
C.Contoh Penggunaan Operator
class contohOpl
{
public static void main(String args[])
{
String nama,nim;
Int nilai
nama = “Wahyu Agustiar”;
nim = “040010350”;
nilai = 95;
nilai +=5;
System.out.println(“============”);
System.out.println(“Nama :” + nama);
System.out.println(“NIM :” + nim);
System.out.println(“Nilai :” + nilai);
System.out.println(“============”);
}
}
Dari contoh diatas, nilai yang akan ditampilkan akan berubah menjadi 100. Hal tersebut dikarenakan nilai 95 mengalami penambahan 5 angka, yaitu nilai ==5 atau sama dengan operasi nilai = nilai+5. Output yang dihasilkan dari eksekusi program seprti di bawah ini :
==========================
Nama : Wahyu Agustiar
NIM : 040010350
Nilai : 100
=============================
Rabu, 09 Maret 2011
CARAA BELAJAR JAVA
Langkah-langkah untuk memulai adalah :
A. Menuliskan source kodenya
Setelah anda menginstall peralatan yang diperlukan, buka teks editor seperti notepad atau menggunakan teks editor favorit anda. Ketikkan teks berikut :
public class HelloWorld
{
public static void main(String args[])
{
System.out.println(“Halo Dunia”);
}
}
Lalu simpan dengan nama HelloWorld.java. Ingat, anda harus menyimpannya dengan nama HelloWorld.java, apabila namanya tidak seperti itu, maka akan muncul pesan kesalahan pada saat anda mengkompilenya.
B. Mengkompile source kode
Setelah kita menyimpan source code yang telah kita buat, selanjutnya kita akan mengkompile source kode tersebut. Caranya yaitu klik start, pilih run lalu ketikkan cmd pada dialog box, kemudian klik ok. Selanjutnya akan muncul jendela command (yang selanjutnya akan kita sebut shell). Ketika anda menginstall JDK maka secara default folder penyimpanannya berada di C:\program files\java\. Didalam directory tersebut terdapat dua sub direkori lagi yaitu JDK dan JRE. Compiler java berada pada folder c:\program files\java\jdk…\bin\javac.exe. Nah, sekarang ketikkan perintah cd c:\program files\java\jdk\bin agar direktori yang aktif adalah tempat dimana compiler java berada. Setelah direktorinya berpindah, ketikkan javac HelloWorld.java untuk mengkompile kode yang telah kita buat. Jika tidak ada kesalahan, maka akan terbentuk file HelloWorld.class.
C. Menjalankan file binary (source kode yang telah dikompile)
Ketika kita selesai mengkompile, maka akan terbentuk file HelloWorld.class. cara menjalankannya yaitu ketikkan perintah pada shell seperti ini: java(spasi)HelloWorld(enter) perintah tersebut akan menjalankan file HelloWorld.class dan menampilkan hasilnya pada shell seperti ini:
Halo Dunia
D. Penjelasan source kode
* Kode program java dibuka oleh tanda “ { “ dan ditutup dengan “ }”
* Setiap baris perintah diakhiri dengan “ ; “
* Tanda “ // “ menandakan komentar hingga akhir baris
* Tanda “ /* “ merupakan komentar juga, tapi harus ditutup dengan “ */ “
* Public class HelloWorld
Nama class utama yang harus ada dalam setiap program java.
* Tanda “ { “ yang berada dibawah class HelloWorld merupakan pembuka lingkup dari class HelloWorld dan ditutup dengan “ } “
* Penempatan tanda “ { “ bisa di tempatkan di akhir baris nama class atau method,contoh : public class HelloWorld {
Cuma agar kode terlihat lebih rapi, maka sebaiknya dituliskan dibawah.
* Public static void main (String args []) : Ini adalah pintu yang harus ada dalam setiap program yang ingin kita eksekusi.
Perhatikan bahwa tanda pembuka “ { “ dan penutup “ } “ harus selalu ada untuk menandakan lingkup dari class atau method yang kita deklarasikan.
untuk lebih lengkapnya anda bisa ke alamat ini
http://leopark62.wordpress.com/2010/07/15/dasar-dasar-belajar-java/ atau
ini http://java.lyracc.com/belajar/java-untuk-pemula/dasar-dasar-thread
A. Menuliskan source kodenya
Setelah anda menginstall peralatan yang diperlukan, buka teks editor seperti notepad atau menggunakan teks editor favorit anda. Ketikkan teks berikut :
public class HelloWorld
{
public static void main(String args[])
{
System.out.println(“Halo Dunia”);
}
}
Lalu simpan dengan nama HelloWorld.java. Ingat, anda harus menyimpannya dengan nama HelloWorld.java, apabila namanya tidak seperti itu, maka akan muncul pesan kesalahan pada saat anda mengkompilenya.
B. Mengkompile source kode
Setelah kita menyimpan source code yang telah kita buat, selanjutnya kita akan mengkompile source kode tersebut. Caranya yaitu klik start, pilih run lalu ketikkan cmd pada dialog box, kemudian klik ok. Selanjutnya akan muncul jendela command (yang selanjutnya akan kita sebut shell). Ketika anda menginstall JDK maka secara default folder penyimpanannya berada di C:\program files\java\. Didalam directory tersebut terdapat dua sub direkori lagi yaitu JDK dan JRE. Compiler java berada pada folder c:\program files\java\jdk…\bin\javac.exe. Nah, sekarang ketikkan perintah cd c:\program files\java\jdk\bin agar direktori yang aktif adalah tempat dimana compiler java berada. Setelah direktorinya berpindah, ketikkan javac HelloWorld.java untuk mengkompile kode yang telah kita buat. Jika tidak ada kesalahan, maka akan terbentuk file HelloWorld.class.
C. Menjalankan file binary (source kode yang telah dikompile)
Ketika kita selesai mengkompile, maka akan terbentuk file HelloWorld.class. cara menjalankannya yaitu ketikkan perintah pada shell seperti ini: java(spasi)HelloWorld(enter) perintah tersebut akan menjalankan file HelloWorld.class dan menampilkan hasilnya pada shell seperti ini:
Halo Dunia
D. Penjelasan source kode
* Kode program java dibuka oleh tanda “ { “ dan ditutup dengan “ }”
* Setiap baris perintah diakhiri dengan “ ; “
* Tanda “ // “ menandakan komentar hingga akhir baris
* Tanda “ /* “ merupakan komentar juga, tapi harus ditutup dengan “ */ “
* Public class HelloWorld
Nama class utama yang harus ada dalam setiap program java.
* Tanda “ { “ yang berada dibawah class HelloWorld merupakan pembuka lingkup dari class HelloWorld dan ditutup dengan “ } “
* Penempatan tanda “ { “ bisa di tempatkan di akhir baris nama class atau method,contoh : public class HelloWorld {
Cuma agar kode terlihat lebih rapi, maka sebaiknya dituliskan dibawah.
* Public static void main (String args []) : Ini adalah pintu yang harus ada dalam setiap program yang ingin kita eksekusi.
Perhatikan bahwa tanda pembuka “ { “ dan penutup “ } “ harus selalu ada untuk menandakan lingkup dari class atau method yang kita deklarasikan.
untuk lebih lengkapnya anda bisa ke alamat ini
http://leopark62.wordpress.com/2010/07/15/dasar-dasar-belajar-java/ atau
ini http://java.lyracc.com/belajar/java-untuk-pemula/dasar-dasar-thread
SEJARAH PENGEMBANGAN JAVA
Bahasa Java mulai dikenalkan pada tahun 1991 ketika Sun Microsystems memulai proyek penelitian yang diberi nama kode Green. Proyek ini bertujuan untuk membangun sebuah sistem yang memungkinkan komputer berperan dalam peralatan rumah tangga.
Lalu Sun memfokuskan proyek mereka pada peralatan untuk TV kabel yang disebut set-top box. Tujuannya adalah agar pemirsa TV dapat berinteraksi dengan industri.
Untuk meralisasikan proyek ini, mereka merencanakan untuk membangun sebuah sistem informasi yang dibangun dengan bahasa C++. Kemudian James Gosling merasa tidak puas dengan bahasa C++, lalu ia memutuskan untuk membuat bahasa pemrogaman sendiri yang ia beri nama Oak, oak lebih sederhana dari C++, lebih stabil, lebih mendukung network progamming. Oak merupakan murni obyek oriented.
Dua tahun berikutnya sampai tahun 1994, proyek bisins green mengalami kegagalan, menyusul penolakan pasar terhadap ide TV interaktif. Selanjutnya, Sun mengalami kegagalan pada impian peralatan cerdasnya, melihat celah lain dunia web. Bahasa Oak yang dibuat sebagai bahasa multiflatform serta diajukan untuk pemrogaman interaktif dan ditributed, yang cocok digunakan dalam dunia web, yang waktu itu mulai tumbuh pesat.
Pada tahun 1995, nama Oak lalu diganti karena ada produk lain yaitu diganti dengan nama Java. Nama Java ini sama sekali tidak di dasarkan atas kedekatan mereka dengan Indonesia atau pulau Jawa, tetapi di kerenakan oleh para pekerja Sun sebagai nama jenis kopi. Bersamaan dengan lahirnya Java, Sun juga mengganti nama web browser menjadi HotJava.
Pada pertengahan tahun 1995, netscape mengumumkan mengadopsi Java di dalam browser mereka, kemudian Java secara de facto menjadi bahasa standar di dunia maya internet.
Lalu Sun memfokuskan proyek mereka pada peralatan untuk TV kabel yang disebut set-top box. Tujuannya adalah agar pemirsa TV dapat berinteraksi dengan industri.
Untuk meralisasikan proyek ini, mereka merencanakan untuk membangun sebuah sistem informasi yang dibangun dengan bahasa C++. Kemudian James Gosling merasa tidak puas dengan bahasa C++, lalu ia memutuskan untuk membuat bahasa pemrogaman sendiri yang ia beri nama Oak, oak lebih sederhana dari C++, lebih stabil, lebih mendukung network progamming. Oak merupakan murni obyek oriented.
Dua tahun berikutnya sampai tahun 1994, proyek bisins green mengalami kegagalan, menyusul penolakan pasar terhadap ide TV interaktif. Selanjutnya, Sun mengalami kegagalan pada impian peralatan cerdasnya, melihat celah lain dunia web. Bahasa Oak yang dibuat sebagai bahasa multiflatform serta diajukan untuk pemrogaman interaktif dan ditributed, yang cocok digunakan dalam dunia web, yang waktu itu mulai tumbuh pesat.
Pada tahun 1995, nama Oak lalu diganti karena ada produk lain yaitu diganti dengan nama Java. Nama Java ini sama sekali tidak di dasarkan atas kedekatan mereka dengan Indonesia atau pulau Jawa, tetapi di kerenakan oleh para pekerja Sun sebagai nama jenis kopi. Bersamaan dengan lahirnya Java, Sun juga mengganti nama web browser menjadi HotJava.
Pada pertengahan tahun 1995, netscape mengumumkan mengadopsi Java di dalam browser mereka, kemudian Java secara de facto menjadi bahasa standar di dunia maya internet.
Sejarah Netbeans
Sejarah Netbeans berawal dari sebuah kota klasik yang sangat indah yaitu Prague di Cekoslovakia. Disana ada sebuah perusahaan kecil yang sangat inovatif mengembangkan Java IDE berbasis AWT/Swing yang disebut Forte. Sun mengakuisisi Forte pada tahun 1999. Akuisisi ini menandakan Sun mulai serius menggarap pasar IDE komersial. Untuk melakukan counter attack terhadap langkah IBM meng-opensourcekan Eclipse, Sun melepaskan versi opensource dari Forte yaitu Netbeans
Pada jaman Sun dipimpin oleh Scott McNealy, divisi IDE ini cukup serius mengembangkan produk-produknya. Forte yang masih tetap berstatus komersial dikembangkan menjadi SunONE Studio dengan menambahkan kemampuan untuk mengembangkan aplikasi Java Enterprise (EJB), kemudian pada tahun 2003 dirubah lagi namanya menjadi Sun Java System.
Beberapa tahun kemudian munculah sebuah framework pengembangan aplikasi java enterprise yang disebut JSF. Pengembangan teknologi JSF dipimpin oleh Ed Burns. JSF menjadi teknologi standard Java untuk mengembangkan aplikasi web berbasis komponen, secara langsung ingin menyaingi teknologi ASP.NET-nya Microsoft. Sayangnya pada awal-awal perkembangannya, JSF tergantung sekali dengan IDE sebagai basis pengembangan aplikasi. Tanpa IDE, mengembangkan aplikasi berbasis JSF. Sun mengantisipasi ini dengan memecah Sun Java Studio menjadi dua produk, Sun Java Studio Creator dan Sun Java Studio Enterprise. Sun Java Studio Enterprise difokuskan untuk mengembangkan aplikasi berbasis EJB dan Sun Java Studio Creator difokuskan untuk mengembangkan aplikasi berbasis EJB dan JSF. Dengan teknologi JSF, kita bisa mengembangkan aplikasi Java berbasis Visual IDE seperti halnya Visual Studio for ASP.NET.
Netbeans sendiri mulai ada dari versi 3.51, versi ini tidak cukup intuitif dan masih banyak kelemahanya. Namun pada kenyataanya Netbeans masih jauh lebih banyak diadopsi oleh industri dan komunitas dibanding sepupunya SunONE Studio (pada waktu itu) yang komersial
Versi berikutnya dari Netbeans yaitu 4.1 juga masih belum bisa mendekati fungsionalitas dari Eclipse. Baru pada versi 5.0, sepertinya tim pengembang Netbeans membawa perubahan yang sangat signifikan terhadap Netbeans. Tampilanya sangat intuitif, wizardnya sangat lengkap dan tidak lagi merepotkan dengan konsep "mount-unmount" jaman dulu.
Pada tahun 2006 lalu, di Sun telah terjadi perpindahan kepemimpinan dari Scott McNealyJonathan Schwartz.
Proses perpindahan semua divisi IDE Sun ke dalam Netbeans berlangsung bertahap, dalam Netbeans versi 5.5 ini feature yang dipindahkan masih berkisar di angka 70%-80%, nantinya semua feature Sun Java Studio Creator dan Sun Java Studio Enterprise akan 100% dipindahkan ke Netbeans pada versi 6.0. Tapi perkembangan Netbeans tidak terbatas pada perpindahan feature dari kedua sepupunya ini saja, Netbeans sendiri mempunyai tiga buah pack lainnya, yaitu C/C++ Development pack, Mobility pack dan Netbeans Profiler. Waktu terus berjalan, IDE bertumbangan, Netbeans mulai mendapatkan momentumnya. Pada saat ini, survivor dari perang IDE menyisakan tiga buah IDE saja : Netbeans, Eclipse dan IntelijIDEA. Ketiganya mengusung keunggulan masing-masing sehingga industri dan komunitas tetap menggunakan mereka sebagai IDE pengembangan aplikasi java.
Pada jaman Sun dipimpin oleh Scott McNealy, divisi IDE ini cukup serius mengembangkan produk-produknya. Forte yang masih tetap berstatus komersial dikembangkan menjadi SunONE Studio dengan menambahkan kemampuan untuk mengembangkan aplikasi Java Enterprise (EJB), kemudian pada tahun 2003 dirubah lagi namanya menjadi Sun Java System.
Beberapa tahun kemudian munculah sebuah framework pengembangan aplikasi java enterprise yang disebut JSF. Pengembangan teknologi JSF dipimpin oleh Ed Burns. JSF menjadi teknologi standard Java untuk mengembangkan aplikasi web berbasis komponen, secara langsung ingin menyaingi teknologi ASP.NET-nya Microsoft. Sayangnya pada awal-awal perkembangannya, JSF tergantung sekali dengan IDE sebagai basis pengembangan aplikasi. Tanpa IDE, mengembangkan aplikasi berbasis JSF. Sun mengantisipasi ini dengan memecah Sun Java Studio menjadi dua produk, Sun Java Studio Creator dan Sun Java Studio Enterprise. Sun Java Studio Enterprise difokuskan untuk mengembangkan aplikasi berbasis EJB dan Sun Java Studio Creator difokuskan untuk mengembangkan aplikasi berbasis EJB dan JSF. Dengan teknologi JSF, kita bisa mengembangkan aplikasi Java berbasis Visual IDE seperti halnya Visual Studio for ASP.NET.
Netbeans sendiri mulai ada dari versi 3.51, versi ini tidak cukup intuitif dan masih banyak kelemahanya. Namun pada kenyataanya Netbeans masih jauh lebih banyak diadopsi oleh industri dan komunitas dibanding sepupunya SunONE Studio (pada waktu itu) yang komersial
Versi berikutnya dari Netbeans yaitu 4.1 juga masih belum bisa mendekati fungsionalitas dari Eclipse. Baru pada versi 5.0, sepertinya tim pengembang Netbeans membawa perubahan yang sangat signifikan terhadap Netbeans. Tampilanya sangat intuitif, wizardnya sangat lengkap dan tidak lagi merepotkan dengan konsep "mount-unmount" jaman dulu.
Pada tahun 2006 lalu, di Sun telah terjadi perpindahan kepemimpinan dari Scott McNealyJonathan Schwartz.
Proses perpindahan semua divisi IDE Sun ke dalam Netbeans berlangsung bertahap, dalam Netbeans versi 5.5 ini feature yang dipindahkan masih berkisar di angka 70%-80%, nantinya semua feature Sun Java Studio Creator dan Sun Java Studio Enterprise akan 100% dipindahkan ke Netbeans pada versi 6.0. Tapi perkembangan Netbeans tidak terbatas pada perpindahan feature dari kedua sepupunya ini saja, Netbeans sendiri mempunyai tiga buah pack lainnya, yaitu C/C++ Development pack, Mobility pack dan Netbeans Profiler. Waktu terus berjalan, IDE bertumbangan, Netbeans mulai mendapatkan momentumnya. Pada saat ini, survivor dari perang IDE menyisakan tiga buah IDE saja : Netbeans, Eclipse dan IntelijIDEA. Ketiganya mengusung keunggulan masing-masing sehingga industri dan komunitas tetap menggunakan mereka sebagai IDE pengembangan aplikasi java.
Jumat, 11 Februari 2011
BAB 1 PENGERTIAN SISTEM MANAJEMEN BASIS DATA
Bahan Kuliah:
Sistem Basis Data
Teknik Informatika STMIK Bani Saleh – Bekasi 2010
Edisi 2 Tahun 2010 – dds@didiksetiyadi.com Refisi : 2
-
1
BAB 1
PENGERTIAN
SISTEM MANAJEMEN BASIS DATA
1.1. Basis Data
Basis data atau database, berasal dari kata basis dan data, adapun pengertian dari kedua
pengertian tersebut adalah sebagai berikut :
Basis : dapat diartikan sebagai markas atau gudang, tempat bersarang atau
berkumpul.
Data : representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti
manusia (pegawai, siswa, pembeli, pelanggan), barang, hewan
peristiwa, konsep, keadaan, dan sebagainya yang direkam dalam
bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi, atau kombinasinya.
Dari kedua pengertian tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian
dari Basis Data adalah Kumpulan file / table yang saling berelasi (berhubungan) yang
disimpan dalam media penyimpanan eletronik. Dapat dikatakan pengertian lain dari basis
data adalah koleksi terpadu dari data yang saling berkaitan yang dirancang untuk
memenuhi kebutuhan informasi suatu enterprise (dunia usaha). Dari pengertian tersebut
dapat diambil kesimpulan pada masing – masing table / file didalam database berfungsi
untuk menampung / menyimpan data – data, dimana masing – masing data yang ada pada
table / file tersebut saling berhubungan dengan satu sama lainnya.
Tujuan dari dibentuknya basis data pada suatu perusahaan pada dasarnya adalah
kemudahan dan kecepatan dalam pengambilan kembali data.
Bahan Kuliah:
Sistem Basis Data
Teknik Informatika STMIK Bani Saleh – Bekasi 2010
Edisi 2 Tahun 2010 – dds@didiksetiyadi.com Refisi : 2
-
2
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 1.1, terlihat bahwa pada gambar
diatas itu bukan basis data melainkan lemari arsip, dimana pada setiap rak dalam lemari
tersebut dapat menyimpan dokumen – dokumen manual yang terdiri dari lembaran –
lembaran kertas. Masalah yang dihadapi pada lemari arsip adalah kelambatan dalam
menelusuri data – data yang ada pada lemari arsip tersebut, misalkan kita ingin mencari
arsip untuk pegawai tertentu dihasilkan dengan lambat dikarenakan petugas harus mencari
lembaran – lembaran yang ada pada dokumen tersebut dan ini sangat menyita waktu.
Sedangkan kalau kita bicara basis data, maka seluruh data – data disimpan dalam basis
data pada masing – masing table / file sesuai dengan fungsinya, sehingga kita dengan mudah
dapat melakukan penelusuran data yang diinginkan hal ini akan mengakibatkan pada kecepatan
atas informasi yang disajikan.
Lemari arsip di sebuah ruang
Basis Data di sebuah hardisk
Gambar 1.1. Lemari Arsip dan Basis Data
Dosen
Matakuliah
Mahasiswa
Nilai
HARD DISK
(Basia Data
NilaiMahasiswa)
Table
Matakuliah
Table
Mahasiswa
Table
Dosen
Table
Nilai
Bahan Kuliah:
Sistem Basis Data
Teknik Informatika STMIK Bani Saleh – Bekasi 2010
Edisi 2 Tahun 2010 – dds@didiksetiyadi.com Refisi : 2
-
3
Didalam suatu media penyimpanan (hard disk misalnya), kita dapat menempatkan
lebih dari 1 (satu) basis data dan tidak semua bentuk penyimpanan data secara elektronik
dikatakan basis data, karena kita bisa menyimpan dokumen berisi data dalam file teks
(dengan program pengolahan kata), spread sheet, dan lainnya.
Yang ditonjolkan dalam basis data adalah pengaturan / pemilahan / pengelompokan
/ pengorganisasian data yang akan disimpan sesuai dengan fungsi / jenisnya. Hal tersebut
bisa berbentuk sejumlah file / table terpisah atau dalam bentuk pendefinisian kolom / field
data dalam setiap file / table tersebut.
1.2. Hirarki Data
Hirarki data dalam dikelompokkan menjadi 3 (tiga) buah yaitu file, record dan elemen
data, untuk lebih jelaskan dapat dilihat pada gambar 1.2. berikut ini.
File / Berkas / Table
Rekaman / Record / Baris …………. ………….
Elemen Data / Field / Atribut …… …….. ……..
Gambar 1.2. Hirarki Data
Pengertian dari gambar tersebut diatas adalah sebagai berikut :
1). Elemen Data / Field / Atribut adalah satuan data terkecil yang tidak dapat dipecah
lagi menjadi unit lain yang bermakna. Pada data Mahasiswa, field / atribut datanya
Database
Bahan Kuliah:
Sistem Basis Data
Teknik Informatika STMIK Bani Saleh – Bekasi 2010
Edisi 2 Tahun 2010 – dds@didiksetiyadi.com Refisi : 2
-
4
dapat berupa : nim, nama_m, tpt_lhr_m, tgl_lhr_m, alm_m dan dan atribut lainnya yang
menyangkut mahasiswa tersebut. Istilah lain elemen data adalah medan / field, kolom,
item, dan atribut. Istilah yang umum dipakai adalah field, atribut atau kolom.
2). Rekaman / Record / Baris adalah gabungan sejumlah elemen data yang saling
terkait. Contohnya adalah nim, nama_m, tpt_lhr_m, tgl_lhr_m, alm_m an atribut lainnya
dari seorang Mahasiswa dapat dihimpun dalam sebuah record / baris.
3). Berkas / File / Table adalah kumpulan record sejenis yang mempunyai panjang atribut
/ field sama, namun berbeda isi datanya.
Dalam basis data relasional, berkas mewakili komponen yang disebut Table atau
Relasi. Sedangkan pengertian Data value (nilai atau isi data) adalah data aktual atau
informasi yang disimpan pada setiap field / atribut. Field nama_m menunjukkan tempat
dimana informasi nama mahasiswa disimpan, sedangkan isi datanya adalah Mulyani,
Ahmad Sofyan dan lain sebagainya.
Berikut ini dapat diberikan illustrasi dari pengertian ketiga pengertian file, field, record dan
data value (isi data ).
Mahasiswa nama table / file
Record / baris
Atribut / field : nim,nama_m,tpt_lhr_m,tgl_lhr_m,j_kelamin,alm_m,kota_m,aama_m dan
kode_jur
Bahan Kuliah:
Sistem Basis Data
Teknik Informatika STMIK Bani Saleh – Bekasi 2010
Edisi 2 Tahun 2010 – dds@didiksetiyadi.com Refisi : 2
-
5
Data value / Isi data :
Pada record pertama : 01031417 adalah isi data untuk kolom nim, Mulyanti
untuk kolom nama_m dan seterusnya
Gambar 1.3. Contoh file, field, record dan data value
Pada contoh diatas yang merupakan table / file adalah Mahasiswa, yang merupakan field
adalah nim,nama_m,tpt_lhr_m,tgl_lhr_m,j_kelamin,alm_m,kota_m,aama_m dan kode_jur, sedangkan
untuk isi data pada record pertama adalah 01031417 (nim), Mulyanti (nama_m) dan seterusnya. Pada
tabel mahasiswa tersebut misalkan jumlah mahasiswanya adalah 2000 untuk berbagai jurusan, maka
jumlah recordnya adalah 2000 juga dan kita dapat melakukan manipulasi data pada tabel tersebut
yaitu insert, update dan delete.
1.3. Sistem Basis Data
Sistem basis data dapat diartikan sebagai kumpulan file / table yang saling
berhubungan (dalam sebuah basis data di sebuah sistem komputer), dan sekumpulan
program (DBMS / Database Management System) yang memungkinkan beberapa user
(pemakai), dan / atau program lain untuk mengakses dan memanipulasi file (table) tersebut.
Komponen – komponen utama dari sebuah sistem basis data adalah sebagai berikut :
1). Perangkat keras (hardware)
2). Sistem operasi (operating system)
3). Basis data (database)
4). Sistem (aplikasi/perangkat lunak) pengelola basis data (DBMS)
5). Pemakai (user)
6). Aplikasi (perangkat lunak) lain (bersifat optional)
Pada gambar 1.3. sistem basis data dapat dilihat bahwa basis data pada intinya
adalah disimpan pada media penyimpanan elektronik (hardisk), sedangkan database adalah
terdiri dari beberapa file / table yang saling berelasi (berhubungan). Basis data tersebut dikelola
oleh DBMS (database management system) dan database tersebut dapat dimanfaatkan oleh
beberapa user (pemakai) yang dapat melakukan manipulasi pada database. Tidak semua user
Bahan Kuliah:
Sistem Basis Data
Teknik Informatika STMIK Bani Saleh – Bekasi 2010
Edisi 2 Tahun 2010 – dds@didiksetiyadi.com Refisi : 2
-
6
dapat melakukan manipulasi data didalam database, hal ini diatur sesuai dengan hak aksesnya
dari masing – masing user tersebut.
Gambar 1.4. Sistem Basis Data
1.3.1. Perangkat Keras
Perangkat keras yang biasanya terdapat dalam sistem basis data adalah
sebagai berikut:
1). Komputer (satu untuk yang stand-alone atau lebih dari satu untuk sistem
jaringan).
1). Memori sekunder yang on-line (harddisk).
3). Memori sekunder yang off-line (tape) untuk keperluan backup data.
4). Media / perangkat komunikasi (untuk sistem jaringan).
1.3.2. Sistem Operasi
Merupakan program yang mengaktifkan / memfungsikan sistem komputer,
mengendalikan seluruh sumber daya dalam komputer dan melakukan operasi –
Basis Data
Basis
Data X:
Table A
Table B
Table C
Table D
Table E
Dll
Database management
system (DBMS)
PC
PC
PC
Basis
Data Y:
Table J
Table K
Table L
Table M
Table N
Dll
Bahan Kuliah:
Sistem Basis Data
Teknik Informatika STMIK Bani Saleh – Bekasi 2010
Edisi 2 Tahun 2010 – dds@didiksetiyadi.com Refisi : 2
-
7
operasi dasar dalam komputer (operasi input/output), pengelolaan file, dan lain
sebagainya.
Program pengelola basis data (DBMS) akan aktif (running) jika sistem
operasi yang dikehendakinya (sesuai) telah aktif.
Contoh daripada sistem operasi pada sistem komputer adalah MS-DOS, MS
Windows (3.11,95,98 dan lainnya) untuk yang stand alone dan MS Windows (2000
Server, UNIX, LINUX, Novel_Netware dan lain sebagainya) utuk yang jaringan.
1.3.3. Basis Data
Sebuah sistem basis data dapat memiliki beberapa basis data. Setiap basis
data dapat memiliki sejumlah objek basis data (seperti file/table, store procedure,
indeks, dan lainya). Disamping berisi / menyimpan data, setiap basis data juga
mengandung / menyimpan definisi struktur (baik untuk basis data maupun objekobjeknya
secara detail).
1.3.4. Sistem pengelola basis data (DBMS)
Pengelolaan basis data secara fisik tidak ditangani langsung oleh user
(pemakai), tetapi ditangani oleh sebuah perangkat lunak (sistem) yang khusus /
spesifik.
Perangkat inilah disebut DBMS, yang akan menentukan bagaimana data
diorganisasi, disimpan, diubah, dan diambil kembali. Perangkat tersebut juga
menerapkan mekanisme pengamanan data (security), pemakaian data secara
bersama (sharing data), pemaksaan keakuratan / konsistensi data, dan sebagainya.
Perangakat lunak yang termasuk DBMS adalah MS-Access, Foxpro, Dbase-IV,
Foxbase, Clipper, dan lainnya untuk kelas sederhana, dan Oracle, Informix, Sybase,
MS-SQL Server, dan lainnya untuk kelas kompleks / berat.
1.3.5. Pemakai (Users)
Ada beberapa jenis / tipe pemakai pada sistem basis data, berdasarkan cara
mereka berinteraksi pada basis data, diantaranya adalah:
Bahan Kuliah:
Sistem Basis Data
Teknik Informatika STMIK Bani Saleh – Bekasi 2010
Edisi 2 Tahun 2010 – dds@didiksetiyadi.com Refisi : 2
-
8
1). Programmer
Aplikasi
Adalah pemakai yang berinteraksi dengan basis data
melalui DML (data manipulation language), yang
disertakan dalam program yang ditulis dalam bahasa
pemrograman induk (seperti pascal, cobol, clipper,
foxpro, dan lainnya).
2). User Mahir
(casual user)
Adalah pemakai yang berinteraksi dengan sistem tanpa
menulis modul program. Mereka menyatakan query
(untuk akses data), dengan bahasa query yang telah
disediakan oleh suatu DBMS.
3). User Umum
(End User)
Adalah pemakai yang berinteraksi dengan sistem basis
data melalui pemanggilan satu program aplikasi
permanen, yang telah ditulis / disediakan sebelumnya.
4). User Khusus
(Specialized User)
Adalah pemakai yang menulis aplikasi basis data non
konvensional untuk keperluan khusus, seperti untuk
aplikasi AI, Sistem Pakar, Pengolahan Citra, dan lainnyal,
yang bisa saja mengakses basis data dengan / tanpa
DBMS.
Untuk sebuah sistem basis data yang stand-alone, maka pada suatu saat
hanya ada satu pemakai, sedangkan untuk jaringan pada suatu saat ada banyak
pemakai yang dapat berhubungan (menggunakan) basis data yang sama. Pilihan
untuk stand-alone atau jaringan (multiuser) tergantung pada (ditentukan oleh)
kebutuhan pemakai, perangkat keras yang tersedia, sistem operasi yang digunakan,
serta DBMS yang dipilih.
1.3.6. Aplikasi (perangkat lunak) lain
Aplikasi lain ini bersifat optional, ada tidaknya tergantung pada kebutuhan
kita. DBMS yang kita gunakan lebih berperan dalam pengorganisasian data dalam
basis data, sementara bagi pemakai basis data (khususnya yang menjadi end user)
dapat disediakan program khusus untuk melakukan pengisian, pengubahan dan
pengambilan data.
Bahan Kuliah:
Sistem Basis Data
Teknik Informatika STMIK Bani Saleh – Bekasi 2010
Edisi 2 Tahun 2010 – dds@didiksetiyadi.com Refisi : 2
-
9
1.4. Sistem Manajemen Basis Data (DBMS)
DBMS adalah koleksi terpadu dari program-program (sistem perangkat lunak) yang
digunakan untuk mendefinisikan, menciptakan, mengakses dan merawat database (basis
data). Tujuannya adalah menyediakan lingkungan yang mudah dan aman untuk
penggunaan dan perawatan database. Contoh daripada DBMS adalah Ms-Access, MS Sql
Server dan Oracle.
Pertanyaan Soal
1. Jelaskan pengertian daripada basis data (database) ?
2. Berikan penjelasan mengenai perbedaaan antara lemari arsip dengan database didalam suatu
perusahaan ?.
3. Jelaskan pengertian daripada file, record, field dan data value dan berikan masing – masing
contohnya ?.
4. Jelaskan pengertian daripada sistem basis data, apa saja komponen utama dari sistem basis
data ?.
5. Jelaskan pengertian sistem operasi dan berikan contoh beberapa sistem operasi yang saudara
ketahui ?.
6. Jelaskan pengertian daripada DBMS, dan berikan contohnya untuk kelas DBMS yang sederhana
maupun yang kompleks ?.
Sistem Basis Data
Teknik Informatika STMIK Bani Saleh – Bekasi 2010
Edisi 2 Tahun 2010 – dds@didiksetiyadi.com Refisi : 2
-
1
BAB 1
PENGERTIAN
SISTEM MANAJEMEN BASIS DATA
1.1. Basis Data
Basis data atau database, berasal dari kata basis dan data, adapun pengertian dari kedua
pengertian tersebut adalah sebagai berikut :
Basis : dapat diartikan sebagai markas atau gudang, tempat bersarang atau
berkumpul.
Data : representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti
manusia (pegawai, siswa, pembeli, pelanggan), barang, hewan
peristiwa, konsep, keadaan, dan sebagainya yang direkam dalam
bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi, atau kombinasinya.
Dari kedua pengertian tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian
dari Basis Data adalah Kumpulan file / table yang saling berelasi (berhubungan) yang
disimpan dalam media penyimpanan eletronik. Dapat dikatakan pengertian lain dari basis
data adalah koleksi terpadu dari data yang saling berkaitan yang dirancang untuk
memenuhi kebutuhan informasi suatu enterprise (dunia usaha). Dari pengertian tersebut
dapat diambil kesimpulan pada masing – masing table / file didalam database berfungsi
untuk menampung / menyimpan data – data, dimana masing – masing data yang ada pada
table / file tersebut saling berhubungan dengan satu sama lainnya.
Tujuan dari dibentuknya basis data pada suatu perusahaan pada dasarnya adalah
kemudahan dan kecepatan dalam pengambilan kembali data.
Bahan Kuliah:
Sistem Basis Data
Teknik Informatika STMIK Bani Saleh – Bekasi 2010
Edisi 2 Tahun 2010 – dds@didiksetiyadi.com Refisi : 2
-
2
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 1.1, terlihat bahwa pada gambar
diatas itu bukan basis data melainkan lemari arsip, dimana pada setiap rak dalam lemari
tersebut dapat menyimpan dokumen – dokumen manual yang terdiri dari lembaran –
lembaran kertas. Masalah yang dihadapi pada lemari arsip adalah kelambatan dalam
menelusuri data – data yang ada pada lemari arsip tersebut, misalkan kita ingin mencari
arsip untuk pegawai tertentu dihasilkan dengan lambat dikarenakan petugas harus mencari
lembaran – lembaran yang ada pada dokumen tersebut dan ini sangat menyita waktu.
Sedangkan kalau kita bicara basis data, maka seluruh data – data disimpan dalam basis
data pada masing – masing table / file sesuai dengan fungsinya, sehingga kita dengan mudah
dapat melakukan penelusuran data yang diinginkan hal ini akan mengakibatkan pada kecepatan
atas informasi yang disajikan.
Lemari arsip di sebuah ruang
Basis Data di sebuah hardisk
Gambar 1.1. Lemari Arsip dan Basis Data
Dosen
Matakuliah
Mahasiswa
Nilai
HARD DISK
(Basia Data
NilaiMahasiswa)
Table
Matakuliah
Table
Mahasiswa
Table
Dosen
Table
Nilai
Bahan Kuliah:
Sistem Basis Data
Teknik Informatika STMIK Bani Saleh – Bekasi 2010
Edisi 2 Tahun 2010 – dds@didiksetiyadi.com Refisi : 2
-
3
Didalam suatu media penyimpanan (hard disk misalnya), kita dapat menempatkan
lebih dari 1 (satu) basis data dan tidak semua bentuk penyimpanan data secara elektronik
dikatakan basis data, karena kita bisa menyimpan dokumen berisi data dalam file teks
(dengan program pengolahan kata), spread sheet, dan lainnya.
Yang ditonjolkan dalam basis data adalah pengaturan / pemilahan / pengelompokan
/ pengorganisasian data yang akan disimpan sesuai dengan fungsi / jenisnya. Hal tersebut
bisa berbentuk sejumlah file / table terpisah atau dalam bentuk pendefinisian kolom / field
data dalam setiap file / table tersebut.
1.2. Hirarki Data
Hirarki data dalam dikelompokkan menjadi 3 (tiga) buah yaitu file, record dan elemen
data, untuk lebih jelaskan dapat dilihat pada gambar 1.2. berikut ini.
File / Berkas / Table
Rekaman / Record / Baris …………. ………….
Elemen Data / Field / Atribut …… …….. ……..
Gambar 1.2. Hirarki Data
Pengertian dari gambar tersebut diatas adalah sebagai berikut :
1). Elemen Data / Field / Atribut adalah satuan data terkecil yang tidak dapat dipecah
lagi menjadi unit lain yang bermakna. Pada data Mahasiswa, field / atribut datanya
Database
Bahan Kuliah:
Sistem Basis Data
Teknik Informatika STMIK Bani Saleh – Bekasi 2010
Edisi 2 Tahun 2010 – dds@didiksetiyadi.com Refisi : 2
-
4
dapat berupa : nim, nama_m, tpt_lhr_m, tgl_lhr_m, alm_m dan dan atribut lainnya yang
menyangkut mahasiswa tersebut. Istilah lain elemen data adalah medan / field, kolom,
item, dan atribut. Istilah yang umum dipakai adalah field, atribut atau kolom.
2). Rekaman / Record / Baris adalah gabungan sejumlah elemen data yang saling
terkait. Contohnya adalah nim, nama_m, tpt_lhr_m, tgl_lhr_m, alm_m an atribut lainnya
dari seorang Mahasiswa dapat dihimpun dalam sebuah record / baris.
3). Berkas / File / Table adalah kumpulan record sejenis yang mempunyai panjang atribut
/ field sama, namun berbeda isi datanya.
Dalam basis data relasional, berkas mewakili komponen yang disebut Table atau
Relasi. Sedangkan pengertian Data value (nilai atau isi data) adalah data aktual atau
informasi yang disimpan pada setiap field / atribut. Field nama_m menunjukkan tempat
dimana informasi nama mahasiswa disimpan, sedangkan isi datanya adalah Mulyani,
Ahmad Sofyan dan lain sebagainya.
Berikut ini dapat diberikan illustrasi dari pengertian ketiga pengertian file, field, record dan
data value (isi data ).
Mahasiswa nama table / file
Record / baris
Atribut / field : nim,nama_m,tpt_lhr_m,tgl_lhr_m,j_kelamin,alm_m,kota_m,aama_m dan
kode_jur
Bahan Kuliah:
Sistem Basis Data
Teknik Informatika STMIK Bani Saleh – Bekasi 2010
Edisi 2 Tahun 2010 – dds@didiksetiyadi.com Refisi : 2
-
5
Data value / Isi data :
Pada record pertama : 01031417 adalah isi data untuk kolom nim, Mulyanti
untuk kolom nama_m dan seterusnya
Gambar 1.3. Contoh file, field, record dan data value
Pada contoh diatas yang merupakan table / file adalah Mahasiswa, yang merupakan field
adalah nim,nama_m,tpt_lhr_m,tgl_lhr_m,j_kelamin,alm_m,kota_m,aama_m dan kode_jur, sedangkan
untuk isi data pada record pertama adalah 01031417 (nim), Mulyanti (nama_m) dan seterusnya. Pada
tabel mahasiswa tersebut misalkan jumlah mahasiswanya adalah 2000 untuk berbagai jurusan, maka
jumlah recordnya adalah 2000 juga dan kita dapat melakukan manipulasi data pada tabel tersebut
yaitu insert, update dan delete.
1.3. Sistem Basis Data
Sistem basis data dapat diartikan sebagai kumpulan file / table yang saling
berhubungan (dalam sebuah basis data di sebuah sistem komputer), dan sekumpulan
program (DBMS / Database Management System) yang memungkinkan beberapa user
(pemakai), dan / atau program lain untuk mengakses dan memanipulasi file (table) tersebut.
Komponen – komponen utama dari sebuah sistem basis data adalah sebagai berikut :
1). Perangkat keras (hardware)
2). Sistem operasi (operating system)
3). Basis data (database)
4). Sistem (aplikasi/perangkat lunak) pengelola basis data (DBMS)
5). Pemakai (user)
6). Aplikasi (perangkat lunak) lain (bersifat optional)
Pada gambar 1.3. sistem basis data dapat dilihat bahwa basis data pada intinya
adalah disimpan pada media penyimpanan elektronik (hardisk), sedangkan database adalah
terdiri dari beberapa file / table yang saling berelasi (berhubungan). Basis data tersebut dikelola
oleh DBMS (database management system) dan database tersebut dapat dimanfaatkan oleh
beberapa user (pemakai) yang dapat melakukan manipulasi pada database. Tidak semua user
Bahan Kuliah:
Sistem Basis Data
Teknik Informatika STMIK Bani Saleh – Bekasi 2010
Edisi 2 Tahun 2010 – dds@didiksetiyadi.com Refisi : 2
-
6
dapat melakukan manipulasi data didalam database, hal ini diatur sesuai dengan hak aksesnya
dari masing – masing user tersebut.
Gambar 1.4. Sistem Basis Data
1.3.1. Perangkat Keras
Perangkat keras yang biasanya terdapat dalam sistem basis data adalah
sebagai berikut:
1). Komputer (satu untuk yang stand-alone atau lebih dari satu untuk sistem
jaringan).
1). Memori sekunder yang on-line (harddisk).
3). Memori sekunder yang off-line (tape) untuk keperluan backup data.
4). Media / perangkat komunikasi (untuk sistem jaringan).
1.3.2. Sistem Operasi
Merupakan program yang mengaktifkan / memfungsikan sistem komputer,
mengendalikan seluruh sumber daya dalam komputer dan melakukan operasi –
Basis Data
Basis
Data X:
Table A
Table B
Table C
Table D
Table E
Dll
Database management
system (DBMS)
PC
PC
PC
Basis
Data Y:
Table J
Table K
Table L
Table M
Table N
Dll
Bahan Kuliah:
Sistem Basis Data
Teknik Informatika STMIK Bani Saleh – Bekasi 2010
Edisi 2 Tahun 2010 – dds@didiksetiyadi.com Refisi : 2
-
7
operasi dasar dalam komputer (operasi input/output), pengelolaan file, dan lain
sebagainya.
Program pengelola basis data (DBMS) akan aktif (running) jika sistem
operasi yang dikehendakinya (sesuai) telah aktif.
Contoh daripada sistem operasi pada sistem komputer adalah MS-DOS, MS
Windows (3.11,95,98 dan lainnya) untuk yang stand alone dan MS Windows (2000
Server, UNIX, LINUX, Novel_Netware dan lain sebagainya) utuk yang jaringan.
1.3.3. Basis Data
Sebuah sistem basis data dapat memiliki beberapa basis data. Setiap basis
data dapat memiliki sejumlah objek basis data (seperti file/table, store procedure,
indeks, dan lainya). Disamping berisi / menyimpan data, setiap basis data juga
mengandung / menyimpan definisi struktur (baik untuk basis data maupun objekobjeknya
secara detail).
1.3.4. Sistem pengelola basis data (DBMS)
Pengelolaan basis data secara fisik tidak ditangani langsung oleh user
(pemakai), tetapi ditangani oleh sebuah perangkat lunak (sistem) yang khusus /
spesifik.
Perangkat inilah disebut DBMS, yang akan menentukan bagaimana data
diorganisasi, disimpan, diubah, dan diambil kembali. Perangkat tersebut juga
menerapkan mekanisme pengamanan data (security), pemakaian data secara
bersama (sharing data), pemaksaan keakuratan / konsistensi data, dan sebagainya.
Perangakat lunak yang termasuk DBMS adalah MS-Access, Foxpro, Dbase-IV,
Foxbase, Clipper, dan lainnya untuk kelas sederhana, dan Oracle, Informix, Sybase,
MS-SQL Server, dan lainnya untuk kelas kompleks / berat.
1.3.5. Pemakai (Users)
Ada beberapa jenis / tipe pemakai pada sistem basis data, berdasarkan cara
mereka berinteraksi pada basis data, diantaranya adalah:
Bahan Kuliah:
Sistem Basis Data
Teknik Informatika STMIK Bani Saleh – Bekasi 2010
Edisi 2 Tahun 2010 – dds@didiksetiyadi.com Refisi : 2
-
8
1). Programmer
Aplikasi
Adalah pemakai yang berinteraksi dengan basis data
melalui DML (data manipulation language), yang
disertakan dalam program yang ditulis dalam bahasa
pemrograman induk (seperti pascal, cobol, clipper,
foxpro, dan lainnya).
2). User Mahir
(casual user)
Adalah pemakai yang berinteraksi dengan sistem tanpa
menulis modul program. Mereka menyatakan query
(untuk akses data), dengan bahasa query yang telah
disediakan oleh suatu DBMS.
3). User Umum
(End User)
Adalah pemakai yang berinteraksi dengan sistem basis
data melalui pemanggilan satu program aplikasi
permanen, yang telah ditulis / disediakan sebelumnya.
4). User Khusus
(Specialized User)
Adalah pemakai yang menulis aplikasi basis data non
konvensional untuk keperluan khusus, seperti untuk
aplikasi AI, Sistem Pakar, Pengolahan Citra, dan lainnyal,
yang bisa saja mengakses basis data dengan / tanpa
DBMS.
Untuk sebuah sistem basis data yang stand-alone, maka pada suatu saat
hanya ada satu pemakai, sedangkan untuk jaringan pada suatu saat ada banyak
pemakai yang dapat berhubungan (menggunakan) basis data yang sama. Pilihan
untuk stand-alone atau jaringan (multiuser) tergantung pada (ditentukan oleh)
kebutuhan pemakai, perangkat keras yang tersedia, sistem operasi yang digunakan,
serta DBMS yang dipilih.
1.3.6. Aplikasi (perangkat lunak) lain
Aplikasi lain ini bersifat optional, ada tidaknya tergantung pada kebutuhan
kita. DBMS yang kita gunakan lebih berperan dalam pengorganisasian data dalam
basis data, sementara bagi pemakai basis data (khususnya yang menjadi end user)
dapat disediakan program khusus untuk melakukan pengisian, pengubahan dan
pengambilan data.
Bahan Kuliah:
Sistem Basis Data
Teknik Informatika STMIK Bani Saleh – Bekasi 2010
Edisi 2 Tahun 2010 – dds@didiksetiyadi.com Refisi : 2
-
9
1.4. Sistem Manajemen Basis Data (DBMS)
DBMS adalah koleksi terpadu dari program-program (sistem perangkat lunak) yang
digunakan untuk mendefinisikan, menciptakan, mengakses dan merawat database (basis
data). Tujuannya adalah menyediakan lingkungan yang mudah dan aman untuk
penggunaan dan perawatan database. Contoh daripada DBMS adalah Ms-Access, MS Sql
Server dan Oracle.
Pertanyaan Soal
1. Jelaskan pengertian daripada basis data (database) ?
2. Berikan penjelasan mengenai perbedaaan antara lemari arsip dengan database didalam suatu
perusahaan ?.
3. Jelaskan pengertian daripada file, record, field dan data value dan berikan masing – masing
contohnya ?.
4. Jelaskan pengertian daripada sistem basis data, apa saja komponen utama dari sistem basis
data ?.
5. Jelaskan pengertian sistem operasi dan berikan contoh beberapa sistem operasi yang saudara
ketahui ?.
6. Jelaskan pengertian daripada DBMS, dan berikan contohnya untuk kelas DBMS yang sederhana
maupun yang kompleks ?.
Senin, 10 Januari 2011
Pertentangan sosial dan Integrasi Masyarakat
Setiap manusia yang hidup bermasyarakat pasti terjadi sosialisasi antar individu tersebut. Namnu didalam kehidupan masyarakat ini pasti tidak akan selamanya berjalan mulus, tentunya karena sifat – sifat manusia yang berbeda – beda akan memunculkan pertentangan social.
Pertentangan sosial meruapakan konflik yang terjadi di masyarakat yang bias menimbulakn perpecahan didalam masyarakat tersebut. Penyebab dari perpecahan tersebut bisa dari berbagai sumber masalah seperti perbedaan pendapat.
• Prasangka Diskriminasi
Diskriminatif merupakan tindakan yang realistis, sedangkan prasangka tidak realistis dan hanya diketahui oleh individu masing-masing.
• Integrasi Sosial dan Integrasi Masyarakat
Integrasi berasal dari bahasa inggris "integration" yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan. Integrasi sosial dimaknai sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki keserasian fungsi. Sedangkan Intergrasi masyarakat adalah kerjasama anggota masyarakat mulai dari individu, keluarga, dan masyarakat secara keseluruhan. Sehingga menciptakan kehidupan yang rukun antar masyarakat. Dalam hal ini terjadi kerja sama, akomodasi, asimilasi dan berkurangnya sikap-sikap prasangka di antara anggota masyarakat secara keseluruhan. Integrasi masyarakat akan terwujud apabila mampu mengendalikan prasangka yang ada di dalam masyarakat, sehingga tidak terjadi konflik, dominasi,mengdeskripsikan pihak-pihak lainnya dan tidak banyak sistem yang tidak saling melengkapi dan tumbuh integrasi tanpa paksaan. Oleh karena itu untuk mewujudkan integrasi bangsa pada bangsa yang majemuk dilakukan dengan mengatasi atau mengurangi prasangka.
Perlu dicari beberapa bentuk akomodatif yang dapat mengurangi konflik sebagai akibat dari prasangka, yaitu melalui empat sistem, diantaranya adalah :
1. Sistem budaya seperti nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.
2. Sistem sosial seperti kolektiva-kolektiva sosial dalam segala bidang.
3. Sistem kepribadian yang terwujud sebagai pola-pola penglihatan (persepsi), perasaan (cathexis), pola-pola penilaian yang dianggap pola-pola keindonesiaan.
4. Sistem organik jasmaniah, di mana nasionalime tidak didasarkan atas persamaan ras.
Untuk menghindari dari prasangka keempat sistem diatas harus dipergunakan untuk mewujudkan tercapainya nasionalisme Indonesia.
Referensi :
http://guruhyogakomara.blogspot.com/2009/05/pertentangan-sosial-dan-integrasi.html
Pertentangan sosial meruapakan konflik yang terjadi di masyarakat yang bias menimbulakn perpecahan didalam masyarakat tersebut. Penyebab dari perpecahan tersebut bisa dari berbagai sumber masalah seperti perbedaan pendapat.
• Prasangka Diskriminasi
Diskriminatif merupakan tindakan yang realistis, sedangkan prasangka tidak realistis dan hanya diketahui oleh individu masing-masing.
• Integrasi Sosial dan Integrasi Masyarakat
Integrasi berasal dari bahasa inggris "integration" yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan. Integrasi sosial dimaknai sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki keserasian fungsi. Sedangkan Intergrasi masyarakat adalah kerjasama anggota masyarakat mulai dari individu, keluarga, dan masyarakat secara keseluruhan. Sehingga menciptakan kehidupan yang rukun antar masyarakat. Dalam hal ini terjadi kerja sama, akomodasi, asimilasi dan berkurangnya sikap-sikap prasangka di antara anggota masyarakat secara keseluruhan. Integrasi masyarakat akan terwujud apabila mampu mengendalikan prasangka yang ada di dalam masyarakat, sehingga tidak terjadi konflik, dominasi,mengdeskripsikan pihak-pihak lainnya dan tidak banyak sistem yang tidak saling melengkapi dan tumbuh integrasi tanpa paksaan. Oleh karena itu untuk mewujudkan integrasi bangsa pada bangsa yang majemuk dilakukan dengan mengatasi atau mengurangi prasangka.
Perlu dicari beberapa bentuk akomodatif yang dapat mengurangi konflik sebagai akibat dari prasangka, yaitu melalui empat sistem, diantaranya adalah :
1. Sistem budaya seperti nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.
2. Sistem sosial seperti kolektiva-kolektiva sosial dalam segala bidang.
3. Sistem kepribadian yang terwujud sebagai pola-pola penglihatan (persepsi), perasaan (cathexis), pola-pola penilaian yang dianggap pola-pola keindonesiaan.
4. Sistem organik jasmaniah, di mana nasionalime tidak didasarkan atas persamaan ras.
Untuk menghindari dari prasangka keempat sistem diatas harus dipergunakan untuk mewujudkan tercapainya nasionalisme Indonesia.
Referensi :
http://guruhyogakomara.blogspot.com/2009/05/pertentangan-sosial-dan-integrasi.html
Sabtu, 08 Januari 2011
Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan
Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan
“ Ilmu pengetahuan” lazim digunakan dalam pengertian sehari-hari, terdiri dari dua kata, “ ilmu “ dan “ pengetahuan “, yang masing-masing punya identities sendiri-sendiri. Dikalangan ilmuwan ada keseragaman pendapat, bahwa ilmu itu selalu tersusun dari pengetahuan secara teratur, yang diperoleh dengan pangkal tumpuan (objek) tertentu dengan sistematis, metodis, rasional/logis, empiris, umum dan akumulatif. Pengertian pengetahuan sebagai istilah filsafat tidaklah sederhana karena bermacam-macam pandangan dan teori (epistemologi), diantaranya pandangan Aristoteles, bahwa pengetahuan merupakan pengetahuan yang dapat diinderai dan dapat merangsang budi. Dan oleh Bacon & David Home pengetahuan diartikan sebagai pengalaman indera dan batin. Menurut Imanuel Kant pengehuan merupakan persatuan antara budi dan pengalaman. Dari berbagai macam pandangan tentang pengetahuan diperoleh sumber-sumber pengetahuan berupa ide, kenyataan, kegiatan akal-budi, pengalaman, sintesis budi, atau meragukan karena tak adanya sarana untuk mencapai pengetahuan yang pasti.
Untuk membuktikan pengetahuan itu benar, perlu berpangkal pada teori kebenaran pengetahuan :
1. Pengetahuan dianggap benar apabila dalil (proposisi) itu mempunyai hubungan dengan dalil (proposisi) yang terdahulu
2. Pengetahuan dianggap benar apabila ada kesesuaian dengan kenyataan
3. Pengetahuan dianggap benar apabila mempunyai konsekwensi praktis dalam diri yang mempunyai pengeahuan itu.
Ilmu pengetahuan pada dasarnya memiliki tiga komponen penyangga tubuh pengetahuan yang disusunnya yaitu ; ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Epistemologis hanyalah merupakan cara bagaimana materi pengetahuan diperoleh dan disusun menjadi tubuh ilmu pengetahuan. Ontologis dapat diartikan hakekat apa yang dikaji oleh pengetahuan, sehingga jelas ruang lingkup ujud yang menajdi objek penelaahannya. Atau dengan kata lain ontologism merupakan objek formal dari suatu pengetahuan. Komponen aksiologis adalah asas menggunakan ilmu pengetahuan atau fungsi dari ilmu pengetahuan.
Pembentukan ilmu akan berhadapan dengan objek yang merupakan bahan dalam penelitian, meliputi objek material sebagai bahan yang menadi tujuan penelitian bulat dan utuh, serta objek formal, yaitu sudut pandangan yang mengarah kepada persoalan yang menjadi pusat perhatian. Langkah-langkah dalam memperoleh ilmu dan objek ilmu meliputi rangkaian kegiatan dan tindakan. Dimulai dengan pengamatan, yaitu suatu kegiatan yang diarahkan kepada fakta yang mendukung apa yang dipikirkan untuk sistemasi, kemudian menggolong-golongkan dan membuktikan dengan cara berpikir analitis, sistesis, induktif dan deduktif. Yang terakhir ialah pengujian kesimpulan dengan menghadapkan fakta-fakta sebagai upaya mencari berbagai hal yang merupakan pengingkaran.
Untuk mencapai suatu pengetahuan yang ilmiah dan obyektif diperlukan sikap yang bersifat ilmiah, yang meliputi empat hal yaitu :
1. Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga menacapi pengetahuan ilmiah yang obeyktif
2. Selektif, artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapi supaya didukung oleh fakta atau gejala, dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada
3. Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tak dapat diubah maupun terhadap indera dam budi yang digunakan untuk mencapai ilmu
4. Merasa pasti bahwa setiap pendapat, teori maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian, namun masih terbuka untuk dibuktikan kembali.
Permasalahan ilmu pengetahuan meliputi arti sumber, kebenaran pengetahuan, serta sikap ilmuwan itu sendiri sebagai dasar untuk langkah selanjutnya.
Teknologi
Dalam konsep yang pragmatis dengan kemungkinan berlaku secara akademis dapatlah dikatakan bahwa pengetahuan (body ofknowledge), dan teknologi sebagai suatu seni (state of arts ) yang mengandung pengetian berhubungan dengan proses produksi; menyangkut cara bagaimana berbagai sumber, tanah, modal, tenaga kerja dan ketrampilan dikombinasikan untuk merealisasi tujuan produksi. “secara konvensional mencakup penguasaan dunia fisik dan biologis, tetapi secara luas juga meliputi teknologi sosial, terutama teknoogi sosial pembangunan (the social technology of development) sehingga teknologi itu adalah merode sistematis untuk mencapai tujuan insani (Eugene Stanley, 1970).
Teknologi memperlihatkan fenomenanya alam masyarakat sebagai hal impersonal dan memiliki otonomi mengubah setiap bidang kehidupan manusia menjadi lingkup teknis. Jacques Ellul dalam tulisannya berjudul “the technological society” (1964) tidak mengatakan teknologi tetapi teknik, meskipun artinya sama. Menurut Ellul istilah teknik digunakan tidak hanya untuk mesin, teknologi atau prosedur untuk memperoleh hasilnya, melainkan totalitas metode yang dicapai secara rasional dan mempunyai efisiensi (untuk memberikan tingkat perkembangan) dalam setiap bidang aktivitas manusia. Jadi teknologi penurut Ellul adalah berbagai usaha, metode dan cara untuk memperoleh hasil yang distandarisasi dan diperhingkan sebelumnya.
Fenomena teknik paa masyarakat ikini, menurut Sastrapratedja (1980) memiliki ciri-ciri sebagia berikut :
1. Rasionalistas, artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional
2. Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah
3. Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan secara otomatis. Demikian juga dengan teknik mampu mengeliminasikan kegiatan non teknis menjadi kegiatan teknis
4. Teknik berkembang pada suatu kebudayaan
5. Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung
6. Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan
7. otonomi artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri.
Teknologi yang berkembang denan pesat meliputi berbagai bidang kehidupan manusia. Luasnya bidang teknik digambarkan sebagaia berikut :
1. Teknik meluputi bidang ekonomi, artinya teknik mampu menghasilkan barang-barang industri. Dengan teknik, mampu mengkonsentrasikan capital sehingga terjadi sentralisasi ekonomi
2. Teknik meliputi bidang organisasional seperti administrasi, pemerintahan, manajemen, hukum dan militer
3. Teknik meliputi bidang manusiawi. Teknik telah menguasai seluruh sector kehidupan manusia, manusia semakin harus beradaptasi dengan dunia teknik dan tidak ada lagi unsur pribadi manusia yang bebas dari pengaruh teknik.
Alvin Tofler (1970) mengumpakana teknologi itu sebagai mesin yang besar atau sebuah akselarator (alat pemercepat) yang dahsyat, dan ilmu pengetahuan sebagai bahan bakarnya. Dengan meningkatnya ilmu pengetahuan secara kuantitatif dan kualtiatif, maka kiat meningkat pula proses akselerasi yagn ditimbulkan oleh mesinpengubah, lebih-lebih teknologi mampu menghasilkan teknologi yang lebih banyak dan lebih baik lagi.
Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan bagian-bagian yang dapat dibeda-bedakan, tetapi tidak dapat dipisah-pisahkan dari suatu sistem yang berinteraksi dengan sistem-sistem lain dalam kerangka nasional seperti kemiskinan.
Kemiskinan
Kemiskinan lazimnya dilukiskan sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok. Dikatakan berada di bawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang paling pokok seperti pangan, pakaian, tempat berteduh, dan lain-lain. Garis kemiskinan yang menentukan batas minimum pendapatan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pokok, bisa dipengaruhi oleh tiga hal :
1. Persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok yang diperlukan
2. Posisi manusia dalam lingkungan sekitar
3. Kebutuhan objectif manusia untuk bisa hidup secara manusiawi
Persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok yang diperlukan dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, adat istiadat, dan
sistem nilai yang dimiliki. Dalamhal ini garis kemiskinan dapat tinggi atau rendah. Terhadap posisi manusia dalam lingkungan sosial, bukan ukuran kebutuhan pokok yang menentukan, melainkan bagaimana posisi pendapatannya ditengah-tengah masyarakat sekitarnya. Kebutuhan objektif manusia untuk bisa hidup secara manusiawi ditentukan oleh komposisi pangan apakah benilai gizi cukup dengan nilai protein dan kalori cukup sesuai dengan tingkat umur, jenis kelamin, sifat pekerjaan, keadaan iklim dan lingkungan yang dialaminya.
Kesemuanya dapat tersimpul dalam barang dan jasa dan tertuangkan dalam nilai uang sebgai patokan bagi penetapan pendapatan minimal yang diperlukan, sehingga garis kemiskinan ditentukan oleh tingkat pendapatan minilam ( versi bank dunia, dikota 75 $ dan desa 50 $AS perjiwa setahun, 1973) ( berapa sekarang ? ).
Berdasarkan ukuran ini maka mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan memiliki cirri-ciri sebagai berikut :
1. Tidak memiliki factor-faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, ketrampilan. Dll
2. Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan kekuatan sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan ataua modal usaha
3. Tingkat pendidikan mereka rendah, tidak sampai taman SD
4. Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas
5. Banyak yang hidup di kota berusia muda, dan tidak mempunyai ketrampilan.
Kemiskinan menurut orang lapangan (umum) dapat dikatagorikan kedalam tiga unsure :
1. Kemiskinan yang disebabkan handicap badaniah ataupun mental seseorang
2. Kemiskinan yang disebabkan oleh bencana alam
3. Kemiskinan buatan. Yang relevan dalam hal ini adalah kemiskinan buatan, buatan manusia terhadap manusia pula yang disebut kemiskinan structural. Itulah kemiskinan yang timbul oleh dan dari struktur-struktur buatan manusia, baik struktur ekonomi, politik, sosial maupun cultural. Selaindisebabkan oleh hal – hal tersebut, juga dimanfaatkan oleh sikap “penenangan” atau “nrimo”, memandang kemiskinan sebagai nasib, malahan sebagai takdir Tuhan. Kemiskinan menjadi suatu kebudayaan atau subkultur, yang mempunya struktur dan way of life yang telah turun temurun melalui jalur keluarga. Kemiskinan (yagn membudaya) itu disebabkan oleh dan selama proses perubahan sosial secara fundamental, seperti transisi dari feodalisme ke kapitalisme, perubahan teknologi yang cepat, kolonialisme, dsb.obatnya tidak lain adalah revolusi yang sama radikal dan meluasnya.
sumber http://isramrasal.wordpress.com/2009/12/26/ilmu-pengetahuan-teknologi-dan-kemiskinan/
“ Ilmu pengetahuan” lazim digunakan dalam pengertian sehari-hari, terdiri dari dua kata, “ ilmu “ dan “ pengetahuan “, yang masing-masing punya identities sendiri-sendiri. Dikalangan ilmuwan ada keseragaman pendapat, bahwa ilmu itu selalu tersusun dari pengetahuan secara teratur, yang diperoleh dengan pangkal tumpuan (objek) tertentu dengan sistematis, metodis, rasional/logis, empiris, umum dan akumulatif. Pengertian pengetahuan sebagai istilah filsafat tidaklah sederhana karena bermacam-macam pandangan dan teori (epistemologi), diantaranya pandangan Aristoteles, bahwa pengetahuan merupakan pengetahuan yang dapat diinderai dan dapat merangsang budi. Dan oleh Bacon & David Home pengetahuan diartikan sebagai pengalaman indera dan batin. Menurut Imanuel Kant pengehuan merupakan persatuan antara budi dan pengalaman. Dari berbagai macam pandangan tentang pengetahuan diperoleh sumber-sumber pengetahuan berupa ide, kenyataan, kegiatan akal-budi, pengalaman, sintesis budi, atau meragukan karena tak adanya sarana untuk mencapai pengetahuan yang pasti.
Untuk membuktikan pengetahuan itu benar, perlu berpangkal pada teori kebenaran pengetahuan :
1. Pengetahuan dianggap benar apabila dalil (proposisi) itu mempunyai hubungan dengan dalil (proposisi) yang terdahulu
2. Pengetahuan dianggap benar apabila ada kesesuaian dengan kenyataan
3. Pengetahuan dianggap benar apabila mempunyai konsekwensi praktis dalam diri yang mempunyai pengeahuan itu.
Ilmu pengetahuan pada dasarnya memiliki tiga komponen penyangga tubuh pengetahuan yang disusunnya yaitu ; ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Epistemologis hanyalah merupakan cara bagaimana materi pengetahuan diperoleh dan disusun menjadi tubuh ilmu pengetahuan. Ontologis dapat diartikan hakekat apa yang dikaji oleh pengetahuan, sehingga jelas ruang lingkup ujud yang menajdi objek penelaahannya. Atau dengan kata lain ontologism merupakan objek formal dari suatu pengetahuan. Komponen aksiologis adalah asas menggunakan ilmu pengetahuan atau fungsi dari ilmu pengetahuan.
Pembentukan ilmu akan berhadapan dengan objek yang merupakan bahan dalam penelitian, meliputi objek material sebagai bahan yang menadi tujuan penelitian bulat dan utuh, serta objek formal, yaitu sudut pandangan yang mengarah kepada persoalan yang menjadi pusat perhatian. Langkah-langkah dalam memperoleh ilmu dan objek ilmu meliputi rangkaian kegiatan dan tindakan. Dimulai dengan pengamatan, yaitu suatu kegiatan yang diarahkan kepada fakta yang mendukung apa yang dipikirkan untuk sistemasi, kemudian menggolong-golongkan dan membuktikan dengan cara berpikir analitis, sistesis, induktif dan deduktif. Yang terakhir ialah pengujian kesimpulan dengan menghadapkan fakta-fakta sebagai upaya mencari berbagai hal yang merupakan pengingkaran.
Untuk mencapai suatu pengetahuan yang ilmiah dan obyektif diperlukan sikap yang bersifat ilmiah, yang meliputi empat hal yaitu :
1. Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga menacapi pengetahuan ilmiah yang obeyktif
2. Selektif, artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapi supaya didukung oleh fakta atau gejala, dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada
3. Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tak dapat diubah maupun terhadap indera dam budi yang digunakan untuk mencapai ilmu
4. Merasa pasti bahwa setiap pendapat, teori maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian, namun masih terbuka untuk dibuktikan kembali.
Permasalahan ilmu pengetahuan meliputi arti sumber, kebenaran pengetahuan, serta sikap ilmuwan itu sendiri sebagai dasar untuk langkah selanjutnya.
Teknologi
Dalam konsep yang pragmatis dengan kemungkinan berlaku secara akademis dapatlah dikatakan bahwa pengetahuan (body ofknowledge), dan teknologi sebagai suatu seni (state of arts ) yang mengandung pengetian berhubungan dengan proses produksi; menyangkut cara bagaimana berbagai sumber, tanah, modal, tenaga kerja dan ketrampilan dikombinasikan untuk merealisasi tujuan produksi. “secara konvensional mencakup penguasaan dunia fisik dan biologis, tetapi secara luas juga meliputi teknologi sosial, terutama teknoogi sosial pembangunan (the social technology of development) sehingga teknologi itu adalah merode sistematis untuk mencapai tujuan insani (Eugene Stanley, 1970).
Teknologi memperlihatkan fenomenanya alam masyarakat sebagai hal impersonal dan memiliki otonomi mengubah setiap bidang kehidupan manusia menjadi lingkup teknis. Jacques Ellul dalam tulisannya berjudul “the technological society” (1964) tidak mengatakan teknologi tetapi teknik, meskipun artinya sama. Menurut Ellul istilah teknik digunakan tidak hanya untuk mesin, teknologi atau prosedur untuk memperoleh hasilnya, melainkan totalitas metode yang dicapai secara rasional dan mempunyai efisiensi (untuk memberikan tingkat perkembangan) dalam setiap bidang aktivitas manusia. Jadi teknologi penurut Ellul adalah berbagai usaha, metode dan cara untuk memperoleh hasil yang distandarisasi dan diperhingkan sebelumnya.
Fenomena teknik paa masyarakat ikini, menurut Sastrapratedja (1980) memiliki ciri-ciri sebagia berikut :
1. Rasionalistas, artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional
2. Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah
3. Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan secara otomatis. Demikian juga dengan teknik mampu mengeliminasikan kegiatan non teknis menjadi kegiatan teknis
4. Teknik berkembang pada suatu kebudayaan
5. Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung
6. Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan
7. otonomi artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri.
Teknologi yang berkembang denan pesat meliputi berbagai bidang kehidupan manusia. Luasnya bidang teknik digambarkan sebagaia berikut :
1. Teknik meluputi bidang ekonomi, artinya teknik mampu menghasilkan barang-barang industri. Dengan teknik, mampu mengkonsentrasikan capital sehingga terjadi sentralisasi ekonomi
2. Teknik meliputi bidang organisasional seperti administrasi, pemerintahan, manajemen, hukum dan militer
3. Teknik meliputi bidang manusiawi. Teknik telah menguasai seluruh sector kehidupan manusia, manusia semakin harus beradaptasi dengan dunia teknik dan tidak ada lagi unsur pribadi manusia yang bebas dari pengaruh teknik.
Alvin Tofler (1970) mengumpakana teknologi itu sebagai mesin yang besar atau sebuah akselarator (alat pemercepat) yang dahsyat, dan ilmu pengetahuan sebagai bahan bakarnya. Dengan meningkatnya ilmu pengetahuan secara kuantitatif dan kualtiatif, maka kiat meningkat pula proses akselerasi yagn ditimbulkan oleh mesinpengubah, lebih-lebih teknologi mampu menghasilkan teknologi yang lebih banyak dan lebih baik lagi.
Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan bagian-bagian yang dapat dibeda-bedakan, tetapi tidak dapat dipisah-pisahkan dari suatu sistem yang berinteraksi dengan sistem-sistem lain dalam kerangka nasional seperti kemiskinan.
Kemiskinan
Kemiskinan lazimnya dilukiskan sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok. Dikatakan berada di bawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang paling pokok seperti pangan, pakaian, tempat berteduh, dan lain-lain. Garis kemiskinan yang menentukan batas minimum pendapatan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pokok, bisa dipengaruhi oleh tiga hal :
1. Persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok yang diperlukan
2. Posisi manusia dalam lingkungan sekitar
3. Kebutuhan objectif manusia untuk bisa hidup secara manusiawi
Persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok yang diperlukan dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, adat istiadat, dan
sistem nilai yang dimiliki. Dalamhal ini garis kemiskinan dapat tinggi atau rendah. Terhadap posisi manusia dalam lingkungan sosial, bukan ukuran kebutuhan pokok yang menentukan, melainkan bagaimana posisi pendapatannya ditengah-tengah masyarakat sekitarnya. Kebutuhan objektif manusia untuk bisa hidup secara manusiawi ditentukan oleh komposisi pangan apakah benilai gizi cukup dengan nilai protein dan kalori cukup sesuai dengan tingkat umur, jenis kelamin, sifat pekerjaan, keadaan iklim dan lingkungan yang dialaminya.
Kesemuanya dapat tersimpul dalam barang dan jasa dan tertuangkan dalam nilai uang sebgai patokan bagi penetapan pendapatan minimal yang diperlukan, sehingga garis kemiskinan ditentukan oleh tingkat pendapatan minilam ( versi bank dunia, dikota 75 $ dan desa 50 $AS perjiwa setahun, 1973) ( berapa sekarang ? ).
Berdasarkan ukuran ini maka mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan memiliki cirri-ciri sebagai berikut :
1. Tidak memiliki factor-faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, ketrampilan. Dll
2. Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan kekuatan sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan ataua modal usaha
3. Tingkat pendidikan mereka rendah, tidak sampai taman SD
4. Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas
5. Banyak yang hidup di kota berusia muda, dan tidak mempunyai ketrampilan.
Kemiskinan menurut orang lapangan (umum) dapat dikatagorikan kedalam tiga unsure :
1. Kemiskinan yang disebabkan handicap badaniah ataupun mental seseorang
2. Kemiskinan yang disebabkan oleh bencana alam
3. Kemiskinan buatan. Yang relevan dalam hal ini adalah kemiskinan buatan, buatan manusia terhadap manusia pula yang disebut kemiskinan structural. Itulah kemiskinan yang timbul oleh dan dari struktur-struktur buatan manusia, baik struktur ekonomi, politik, sosial maupun cultural. Selaindisebabkan oleh hal – hal tersebut, juga dimanfaatkan oleh sikap “penenangan” atau “nrimo”, memandang kemiskinan sebagai nasib, malahan sebagai takdir Tuhan. Kemiskinan menjadi suatu kebudayaan atau subkultur, yang mempunya struktur dan way of life yang telah turun temurun melalui jalur keluarga. Kemiskinan (yagn membudaya) itu disebabkan oleh dan selama proses perubahan sosial secara fundamental, seperti transisi dari feodalisme ke kapitalisme, perubahan teknologi yang cepat, kolonialisme, dsb.obatnya tidak lain adalah revolusi yang sama radikal dan meluasnya.
sumber http://isramrasal.wordpress.com/2009/12/26/ilmu-pengetahuan-teknologi-dan-kemiskinan/
Langganan:
Postingan (Atom)