Sejarah Netbeans berawal dari sebuah kota klasik yang sangat indah yaitu Prague di Cekoslovakia. Disana ada sebuah perusahaan kecil yang sangat inovatif mengembangkan Java IDE berbasis AWT/Swing yang disebut Forte. Sun mengakuisisi Forte pada tahun 1999. Akuisisi ini menandakan Sun mulai serius menggarap pasar IDE komersial. Untuk melakukan counter attack terhadap langkah IBM meng-opensourcekan Eclipse, Sun melepaskan versi opensource dari Forte yaitu Netbeans
Pada jaman Sun dipimpin oleh Scott McNealy, divisi IDE ini cukup serius mengembangkan produk-produknya. Forte yang masih tetap berstatus komersial dikembangkan menjadi SunONE Studio dengan menambahkan kemampuan untuk mengembangkan aplikasi Java Enterprise (EJB), kemudian pada tahun 2003 dirubah lagi namanya menjadi Sun Java System.
Beberapa tahun kemudian munculah sebuah framework pengembangan aplikasi java enterprise yang disebut JSF. Pengembangan teknologi JSF dipimpin oleh Ed Burns. JSF menjadi teknologi standard Java untuk mengembangkan aplikasi web berbasis komponen, secara langsung ingin menyaingi teknologi ASP.NET-nya Microsoft. Sayangnya pada awal-awal perkembangannya, JSF tergantung sekali dengan IDE sebagai basis pengembangan aplikasi. Tanpa IDE, mengembangkan aplikasi berbasis JSF. Sun mengantisipasi ini dengan memecah Sun Java Studio menjadi dua produk, Sun Java Studio Creator dan Sun Java Studio Enterprise. Sun Java Studio Enterprise difokuskan untuk mengembangkan aplikasi berbasis EJB dan Sun Java Studio Creator difokuskan untuk mengembangkan aplikasi berbasis EJB dan JSF. Dengan teknologi JSF, kita bisa mengembangkan aplikasi Java berbasis Visual IDE seperti halnya Visual Studio for ASP.NET.
Netbeans sendiri mulai ada dari versi 3.51, versi ini tidak cukup intuitif dan masih banyak kelemahanya. Namun pada kenyataanya Netbeans masih jauh lebih banyak diadopsi oleh industri dan komunitas dibanding sepupunya SunONE Studio (pada waktu itu) yang komersial
Versi berikutnya dari Netbeans yaitu 4.1 juga masih belum bisa mendekati fungsionalitas dari Eclipse. Baru pada versi 5.0, sepertinya tim pengembang Netbeans membawa perubahan yang sangat signifikan terhadap Netbeans. Tampilanya sangat intuitif, wizardnya sangat lengkap dan tidak lagi merepotkan dengan konsep "mount-unmount" jaman dulu.
Pada tahun 2006 lalu, di Sun telah terjadi perpindahan kepemimpinan dari Scott McNealyJonathan Schwartz.
Proses perpindahan semua divisi IDE Sun ke dalam Netbeans berlangsung bertahap, dalam Netbeans versi 5.5 ini feature yang dipindahkan masih berkisar di angka 70%-80%, nantinya semua feature Sun Java Studio Creator dan Sun Java Studio Enterprise akan 100% dipindahkan ke Netbeans pada versi 6.0. Tapi perkembangan Netbeans tidak terbatas pada perpindahan feature dari kedua sepupunya ini saja, Netbeans sendiri mempunyai tiga buah pack lainnya, yaitu C/C++ Development pack, Mobility pack dan Netbeans Profiler. Waktu terus berjalan, IDE bertumbangan, Netbeans mulai mendapatkan momentumnya. Pada saat ini, survivor dari perang IDE menyisakan tiga buah IDE saja : Netbeans, Eclipse dan IntelijIDEA. Ketiganya mengusung keunggulan masing-masing sehingga industri dan komunitas tetap menggunakan mereka sebagai IDE pengembangan aplikasi java.
Rabu, 09 Maret 2011
Jumat, 11 Februari 2011
BAB 1 PENGERTIAN SISTEM MANAJEMEN BASIS DATA
Bahan Kuliah:
Sistem Basis Data
Teknik Informatika STMIK Bani Saleh – Bekasi 2010
Edisi 2 Tahun 2010 – dds@didiksetiyadi.com Refisi : 2
-
1
BAB 1
PENGERTIAN
SISTEM MANAJEMEN BASIS DATA
1.1. Basis Data
Basis data atau database, berasal dari kata basis dan data, adapun pengertian dari kedua
pengertian tersebut adalah sebagai berikut :
Basis : dapat diartikan sebagai markas atau gudang, tempat bersarang atau
berkumpul.
Data : representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti
manusia (pegawai, siswa, pembeli, pelanggan), barang, hewan
peristiwa, konsep, keadaan, dan sebagainya yang direkam dalam
bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi, atau kombinasinya.
Dari kedua pengertian tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian
dari Basis Data adalah Kumpulan file / table yang saling berelasi (berhubungan) yang
disimpan dalam media penyimpanan eletronik. Dapat dikatakan pengertian lain dari basis
data adalah koleksi terpadu dari data yang saling berkaitan yang dirancang untuk
memenuhi kebutuhan informasi suatu enterprise (dunia usaha). Dari pengertian tersebut
dapat diambil kesimpulan pada masing – masing table / file didalam database berfungsi
untuk menampung / menyimpan data – data, dimana masing – masing data yang ada pada
table / file tersebut saling berhubungan dengan satu sama lainnya.
Tujuan dari dibentuknya basis data pada suatu perusahaan pada dasarnya adalah
kemudahan dan kecepatan dalam pengambilan kembali data.
Bahan Kuliah:
Sistem Basis Data
Teknik Informatika STMIK Bani Saleh – Bekasi 2010
Edisi 2 Tahun 2010 – dds@didiksetiyadi.com Refisi : 2
-
2
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 1.1, terlihat bahwa pada gambar
diatas itu bukan basis data melainkan lemari arsip, dimana pada setiap rak dalam lemari
tersebut dapat menyimpan dokumen – dokumen manual yang terdiri dari lembaran –
lembaran kertas. Masalah yang dihadapi pada lemari arsip adalah kelambatan dalam
menelusuri data – data yang ada pada lemari arsip tersebut, misalkan kita ingin mencari
arsip untuk pegawai tertentu dihasilkan dengan lambat dikarenakan petugas harus mencari
lembaran – lembaran yang ada pada dokumen tersebut dan ini sangat menyita waktu.
Sedangkan kalau kita bicara basis data, maka seluruh data – data disimpan dalam basis
data pada masing – masing table / file sesuai dengan fungsinya, sehingga kita dengan mudah
dapat melakukan penelusuran data yang diinginkan hal ini akan mengakibatkan pada kecepatan
atas informasi yang disajikan.
Lemari arsip di sebuah ruang
Basis Data di sebuah hardisk
Gambar 1.1. Lemari Arsip dan Basis Data
Dosen
Matakuliah
Mahasiswa
Nilai
HARD DISK
(Basia Data
NilaiMahasiswa)
Table
Matakuliah
Table
Mahasiswa
Table
Dosen
Table
Nilai
Bahan Kuliah:
Sistem Basis Data
Teknik Informatika STMIK Bani Saleh – Bekasi 2010
Edisi 2 Tahun 2010 – dds@didiksetiyadi.com Refisi : 2
-
3
Didalam suatu media penyimpanan (hard disk misalnya), kita dapat menempatkan
lebih dari 1 (satu) basis data dan tidak semua bentuk penyimpanan data secara elektronik
dikatakan basis data, karena kita bisa menyimpan dokumen berisi data dalam file teks
(dengan program pengolahan kata), spread sheet, dan lainnya.
Yang ditonjolkan dalam basis data adalah pengaturan / pemilahan / pengelompokan
/ pengorganisasian data yang akan disimpan sesuai dengan fungsi / jenisnya. Hal tersebut
bisa berbentuk sejumlah file / table terpisah atau dalam bentuk pendefinisian kolom / field
data dalam setiap file / table tersebut.
1.2. Hirarki Data
Hirarki data dalam dikelompokkan menjadi 3 (tiga) buah yaitu file, record dan elemen
data, untuk lebih jelaskan dapat dilihat pada gambar 1.2. berikut ini.
File / Berkas / Table
Rekaman / Record / Baris …………. ………….
Elemen Data / Field / Atribut …… …….. ……..
Gambar 1.2. Hirarki Data
Pengertian dari gambar tersebut diatas adalah sebagai berikut :
1). Elemen Data / Field / Atribut adalah satuan data terkecil yang tidak dapat dipecah
lagi menjadi unit lain yang bermakna. Pada data Mahasiswa, field / atribut datanya
Database
Bahan Kuliah:
Sistem Basis Data
Teknik Informatika STMIK Bani Saleh – Bekasi 2010
Edisi 2 Tahun 2010 – dds@didiksetiyadi.com Refisi : 2
-
4
dapat berupa : nim, nama_m, tpt_lhr_m, tgl_lhr_m, alm_m dan dan atribut lainnya yang
menyangkut mahasiswa tersebut. Istilah lain elemen data adalah medan / field, kolom,
item, dan atribut. Istilah yang umum dipakai adalah field, atribut atau kolom.
2). Rekaman / Record / Baris adalah gabungan sejumlah elemen data yang saling
terkait. Contohnya adalah nim, nama_m, tpt_lhr_m, tgl_lhr_m, alm_m an atribut lainnya
dari seorang Mahasiswa dapat dihimpun dalam sebuah record / baris.
3). Berkas / File / Table adalah kumpulan record sejenis yang mempunyai panjang atribut
/ field sama, namun berbeda isi datanya.
Dalam basis data relasional, berkas mewakili komponen yang disebut Table atau
Relasi. Sedangkan pengertian Data value (nilai atau isi data) adalah data aktual atau
informasi yang disimpan pada setiap field / atribut. Field nama_m menunjukkan tempat
dimana informasi nama mahasiswa disimpan, sedangkan isi datanya adalah Mulyani,
Ahmad Sofyan dan lain sebagainya.
Berikut ini dapat diberikan illustrasi dari pengertian ketiga pengertian file, field, record dan
data value (isi data ).
Mahasiswa nama table / file
Record / baris
Atribut / field : nim,nama_m,tpt_lhr_m,tgl_lhr_m,j_kelamin,alm_m,kota_m,aama_m dan
kode_jur
Bahan Kuliah:
Sistem Basis Data
Teknik Informatika STMIK Bani Saleh – Bekasi 2010
Edisi 2 Tahun 2010 – dds@didiksetiyadi.com Refisi : 2
-
5
Data value / Isi data :
Pada record pertama : 01031417 adalah isi data untuk kolom nim, Mulyanti
untuk kolom nama_m dan seterusnya
Gambar 1.3. Contoh file, field, record dan data value
Pada contoh diatas yang merupakan table / file adalah Mahasiswa, yang merupakan field
adalah nim,nama_m,tpt_lhr_m,tgl_lhr_m,j_kelamin,alm_m,kota_m,aama_m dan kode_jur, sedangkan
untuk isi data pada record pertama adalah 01031417 (nim), Mulyanti (nama_m) dan seterusnya. Pada
tabel mahasiswa tersebut misalkan jumlah mahasiswanya adalah 2000 untuk berbagai jurusan, maka
jumlah recordnya adalah 2000 juga dan kita dapat melakukan manipulasi data pada tabel tersebut
yaitu insert, update dan delete.
1.3. Sistem Basis Data
Sistem basis data dapat diartikan sebagai kumpulan file / table yang saling
berhubungan (dalam sebuah basis data di sebuah sistem komputer), dan sekumpulan
program (DBMS / Database Management System) yang memungkinkan beberapa user
(pemakai), dan / atau program lain untuk mengakses dan memanipulasi file (table) tersebut.
Komponen – komponen utama dari sebuah sistem basis data adalah sebagai berikut :
1). Perangkat keras (hardware)
2). Sistem operasi (operating system)
3). Basis data (database)
4). Sistem (aplikasi/perangkat lunak) pengelola basis data (DBMS)
5). Pemakai (user)
6). Aplikasi (perangkat lunak) lain (bersifat optional)
Pada gambar 1.3. sistem basis data dapat dilihat bahwa basis data pada intinya
adalah disimpan pada media penyimpanan elektronik (hardisk), sedangkan database adalah
terdiri dari beberapa file / table yang saling berelasi (berhubungan). Basis data tersebut dikelola
oleh DBMS (database management system) dan database tersebut dapat dimanfaatkan oleh
beberapa user (pemakai) yang dapat melakukan manipulasi pada database. Tidak semua user
Bahan Kuliah:
Sistem Basis Data
Teknik Informatika STMIK Bani Saleh – Bekasi 2010
Edisi 2 Tahun 2010 – dds@didiksetiyadi.com Refisi : 2
-
6
dapat melakukan manipulasi data didalam database, hal ini diatur sesuai dengan hak aksesnya
dari masing – masing user tersebut.
Gambar 1.4. Sistem Basis Data
1.3.1. Perangkat Keras
Perangkat keras yang biasanya terdapat dalam sistem basis data adalah
sebagai berikut:
1). Komputer (satu untuk yang stand-alone atau lebih dari satu untuk sistem
jaringan).
1). Memori sekunder yang on-line (harddisk).
3). Memori sekunder yang off-line (tape) untuk keperluan backup data.
4). Media / perangkat komunikasi (untuk sistem jaringan).
1.3.2. Sistem Operasi
Merupakan program yang mengaktifkan / memfungsikan sistem komputer,
mengendalikan seluruh sumber daya dalam komputer dan melakukan operasi –
Basis Data
Basis
Data X:
Table A
Table B
Table C
Table D
Table E
Dll
Database management
system (DBMS)
PC
PC
PC
Basis
Data Y:
Table J
Table K
Table L
Table M
Table N
Dll
Bahan Kuliah:
Sistem Basis Data
Teknik Informatika STMIK Bani Saleh – Bekasi 2010
Edisi 2 Tahun 2010 – dds@didiksetiyadi.com Refisi : 2
-
7
operasi dasar dalam komputer (operasi input/output), pengelolaan file, dan lain
sebagainya.
Program pengelola basis data (DBMS) akan aktif (running) jika sistem
operasi yang dikehendakinya (sesuai) telah aktif.
Contoh daripada sistem operasi pada sistem komputer adalah MS-DOS, MS
Windows (3.11,95,98 dan lainnya) untuk yang stand alone dan MS Windows (2000
Server, UNIX, LINUX, Novel_Netware dan lain sebagainya) utuk yang jaringan.
1.3.3. Basis Data
Sebuah sistem basis data dapat memiliki beberapa basis data. Setiap basis
data dapat memiliki sejumlah objek basis data (seperti file/table, store procedure,
indeks, dan lainya). Disamping berisi / menyimpan data, setiap basis data juga
mengandung / menyimpan definisi struktur (baik untuk basis data maupun objekobjeknya
secara detail).
1.3.4. Sistem pengelola basis data (DBMS)
Pengelolaan basis data secara fisik tidak ditangani langsung oleh user
(pemakai), tetapi ditangani oleh sebuah perangkat lunak (sistem) yang khusus /
spesifik.
Perangkat inilah disebut DBMS, yang akan menentukan bagaimana data
diorganisasi, disimpan, diubah, dan diambil kembali. Perangkat tersebut juga
menerapkan mekanisme pengamanan data (security), pemakaian data secara
bersama (sharing data), pemaksaan keakuratan / konsistensi data, dan sebagainya.
Perangakat lunak yang termasuk DBMS adalah MS-Access, Foxpro, Dbase-IV,
Foxbase, Clipper, dan lainnya untuk kelas sederhana, dan Oracle, Informix, Sybase,
MS-SQL Server, dan lainnya untuk kelas kompleks / berat.
1.3.5. Pemakai (Users)
Ada beberapa jenis / tipe pemakai pada sistem basis data, berdasarkan cara
mereka berinteraksi pada basis data, diantaranya adalah:
Bahan Kuliah:
Sistem Basis Data
Teknik Informatika STMIK Bani Saleh – Bekasi 2010
Edisi 2 Tahun 2010 – dds@didiksetiyadi.com Refisi : 2
-
8
1). Programmer
Aplikasi
Adalah pemakai yang berinteraksi dengan basis data
melalui DML (data manipulation language), yang
disertakan dalam program yang ditulis dalam bahasa
pemrograman induk (seperti pascal, cobol, clipper,
foxpro, dan lainnya).
2). User Mahir
(casual user)
Adalah pemakai yang berinteraksi dengan sistem tanpa
menulis modul program. Mereka menyatakan query
(untuk akses data), dengan bahasa query yang telah
disediakan oleh suatu DBMS.
3). User Umum
(End User)
Adalah pemakai yang berinteraksi dengan sistem basis
data melalui pemanggilan satu program aplikasi
permanen, yang telah ditulis / disediakan sebelumnya.
4). User Khusus
(Specialized User)
Adalah pemakai yang menulis aplikasi basis data non
konvensional untuk keperluan khusus, seperti untuk
aplikasi AI, Sistem Pakar, Pengolahan Citra, dan lainnyal,
yang bisa saja mengakses basis data dengan / tanpa
DBMS.
Untuk sebuah sistem basis data yang stand-alone, maka pada suatu saat
hanya ada satu pemakai, sedangkan untuk jaringan pada suatu saat ada banyak
pemakai yang dapat berhubungan (menggunakan) basis data yang sama. Pilihan
untuk stand-alone atau jaringan (multiuser) tergantung pada (ditentukan oleh)
kebutuhan pemakai, perangkat keras yang tersedia, sistem operasi yang digunakan,
serta DBMS yang dipilih.
1.3.6. Aplikasi (perangkat lunak) lain
Aplikasi lain ini bersifat optional, ada tidaknya tergantung pada kebutuhan
kita. DBMS yang kita gunakan lebih berperan dalam pengorganisasian data dalam
basis data, sementara bagi pemakai basis data (khususnya yang menjadi end user)
dapat disediakan program khusus untuk melakukan pengisian, pengubahan dan
pengambilan data.
Bahan Kuliah:
Sistem Basis Data
Teknik Informatika STMIK Bani Saleh – Bekasi 2010
Edisi 2 Tahun 2010 – dds@didiksetiyadi.com Refisi : 2
-
9
1.4. Sistem Manajemen Basis Data (DBMS)
DBMS adalah koleksi terpadu dari program-program (sistem perangkat lunak) yang
digunakan untuk mendefinisikan, menciptakan, mengakses dan merawat database (basis
data). Tujuannya adalah menyediakan lingkungan yang mudah dan aman untuk
penggunaan dan perawatan database. Contoh daripada DBMS adalah Ms-Access, MS Sql
Server dan Oracle.
Pertanyaan Soal
1. Jelaskan pengertian daripada basis data (database) ?
2. Berikan penjelasan mengenai perbedaaan antara lemari arsip dengan database didalam suatu
perusahaan ?.
3. Jelaskan pengertian daripada file, record, field dan data value dan berikan masing – masing
contohnya ?.
4. Jelaskan pengertian daripada sistem basis data, apa saja komponen utama dari sistem basis
data ?.
5. Jelaskan pengertian sistem operasi dan berikan contoh beberapa sistem operasi yang saudara
ketahui ?.
6. Jelaskan pengertian daripada DBMS, dan berikan contohnya untuk kelas DBMS yang sederhana
maupun yang kompleks ?.
Sistem Basis Data
Teknik Informatika STMIK Bani Saleh – Bekasi 2010
Edisi 2 Tahun 2010 – dds@didiksetiyadi.com Refisi : 2
-
1
BAB 1
PENGERTIAN
SISTEM MANAJEMEN BASIS DATA
1.1. Basis Data
Basis data atau database, berasal dari kata basis dan data, adapun pengertian dari kedua
pengertian tersebut adalah sebagai berikut :
Basis : dapat diartikan sebagai markas atau gudang, tempat bersarang atau
berkumpul.
Data : representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti
manusia (pegawai, siswa, pembeli, pelanggan), barang, hewan
peristiwa, konsep, keadaan, dan sebagainya yang direkam dalam
bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi, atau kombinasinya.
Dari kedua pengertian tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian
dari Basis Data adalah Kumpulan file / table yang saling berelasi (berhubungan) yang
disimpan dalam media penyimpanan eletronik. Dapat dikatakan pengertian lain dari basis
data adalah koleksi terpadu dari data yang saling berkaitan yang dirancang untuk
memenuhi kebutuhan informasi suatu enterprise (dunia usaha). Dari pengertian tersebut
dapat diambil kesimpulan pada masing – masing table / file didalam database berfungsi
untuk menampung / menyimpan data – data, dimana masing – masing data yang ada pada
table / file tersebut saling berhubungan dengan satu sama lainnya.
Tujuan dari dibentuknya basis data pada suatu perusahaan pada dasarnya adalah
kemudahan dan kecepatan dalam pengambilan kembali data.
Bahan Kuliah:
Sistem Basis Data
Teknik Informatika STMIK Bani Saleh – Bekasi 2010
Edisi 2 Tahun 2010 – dds@didiksetiyadi.com Refisi : 2
-
2
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 1.1, terlihat bahwa pada gambar
diatas itu bukan basis data melainkan lemari arsip, dimana pada setiap rak dalam lemari
tersebut dapat menyimpan dokumen – dokumen manual yang terdiri dari lembaran –
lembaran kertas. Masalah yang dihadapi pada lemari arsip adalah kelambatan dalam
menelusuri data – data yang ada pada lemari arsip tersebut, misalkan kita ingin mencari
arsip untuk pegawai tertentu dihasilkan dengan lambat dikarenakan petugas harus mencari
lembaran – lembaran yang ada pada dokumen tersebut dan ini sangat menyita waktu.
Sedangkan kalau kita bicara basis data, maka seluruh data – data disimpan dalam basis
data pada masing – masing table / file sesuai dengan fungsinya, sehingga kita dengan mudah
dapat melakukan penelusuran data yang diinginkan hal ini akan mengakibatkan pada kecepatan
atas informasi yang disajikan.
Lemari arsip di sebuah ruang
Basis Data di sebuah hardisk
Gambar 1.1. Lemari Arsip dan Basis Data
Dosen
Matakuliah
Mahasiswa
Nilai
HARD DISK
(Basia Data
NilaiMahasiswa)
Table
Matakuliah
Table
Mahasiswa
Table
Dosen
Table
Nilai
Bahan Kuliah:
Sistem Basis Data
Teknik Informatika STMIK Bani Saleh – Bekasi 2010
Edisi 2 Tahun 2010 – dds@didiksetiyadi.com Refisi : 2
-
3
Didalam suatu media penyimpanan (hard disk misalnya), kita dapat menempatkan
lebih dari 1 (satu) basis data dan tidak semua bentuk penyimpanan data secara elektronik
dikatakan basis data, karena kita bisa menyimpan dokumen berisi data dalam file teks
(dengan program pengolahan kata), spread sheet, dan lainnya.
Yang ditonjolkan dalam basis data adalah pengaturan / pemilahan / pengelompokan
/ pengorganisasian data yang akan disimpan sesuai dengan fungsi / jenisnya. Hal tersebut
bisa berbentuk sejumlah file / table terpisah atau dalam bentuk pendefinisian kolom / field
data dalam setiap file / table tersebut.
1.2. Hirarki Data
Hirarki data dalam dikelompokkan menjadi 3 (tiga) buah yaitu file, record dan elemen
data, untuk lebih jelaskan dapat dilihat pada gambar 1.2. berikut ini.
File / Berkas / Table
Rekaman / Record / Baris …………. ………….
Elemen Data / Field / Atribut …… …….. ……..
Gambar 1.2. Hirarki Data
Pengertian dari gambar tersebut diatas adalah sebagai berikut :
1). Elemen Data / Field / Atribut adalah satuan data terkecil yang tidak dapat dipecah
lagi menjadi unit lain yang bermakna. Pada data Mahasiswa, field / atribut datanya
Database
Bahan Kuliah:
Sistem Basis Data
Teknik Informatika STMIK Bani Saleh – Bekasi 2010
Edisi 2 Tahun 2010 – dds@didiksetiyadi.com Refisi : 2
-
4
dapat berupa : nim, nama_m, tpt_lhr_m, tgl_lhr_m, alm_m dan dan atribut lainnya yang
menyangkut mahasiswa tersebut. Istilah lain elemen data adalah medan / field, kolom,
item, dan atribut. Istilah yang umum dipakai adalah field, atribut atau kolom.
2). Rekaman / Record / Baris adalah gabungan sejumlah elemen data yang saling
terkait. Contohnya adalah nim, nama_m, tpt_lhr_m, tgl_lhr_m, alm_m an atribut lainnya
dari seorang Mahasiswa dapat dihimpun dalam sebuah record / baris.
3). Berkas / File / Table adalah kumpulan record sejenis yang mempunyai panjang atribut
/ field sama, namun berbeda isi datanya.
Dalam basis data relasional, berkas mewakili komponen yang disebut Table atau
Relasi. Sedangkan pengertian Data value (nilai atau isi data) adalah data aktual atau
informasi yang disimpan pada setiap field / atribut. Field nama_m menunjukkan tempat
dimana informasi nama mahasiswa disimpan, sedangkan isi datanya adalah Mulyani,
Ahmad Sofyan dan lain sebagainya.
Berikut ini dapat diberikan illustrasi dari pengertian ketiga pengertian file, field, record dan
data value (isi data ).
Mahasiswa nama table / file
Record / baris
Atribut / field : nim,nama_m,tpt_lhr_m,tgl_lhr_m,j_kelamin,alm_m,kota_m,aama_m dan
kode_jur
Bahan Kuliah:
Sistem Basis Data
Teknik Informatika STMIK Bani Saleh – Bekasi 2010
Edisi 2 Tahun 2010 – dds@didiksetiyadi.com Refisi : 2
-
5
Data value / Isi data :
Pada record pertama : 01031417 adalah isi data untuk kolom nim, Mulyanti
untuk kolom nama_m dan seterusnya
Gambar 1.3. Contoh file, field, record dan data value
Pada contoh diatas yang merupakan table / file adalah Mahasiswa, yang merupakan field
adalah nim,nama_m,tpt_lhr_m,tgl_lhr_m,j_kelamin,alm_m,kota_m,aama_m dan kode_jur, sedangkan
untuk isi data pada record pertama adalah 01031417 (nim), Mulyanti (nama_m) dan seterusnya. Pada
tabel mahasiswa tersebut misalkan jumlah mahasiswanya adalah 2000 untuk berbagai jurusan, maka
jumlah recordnya adalah 2000 juga dan kita dapat melakukan manipulasi data pada tabel tersebut
yaitu insert, update dan delete.
1.3. Sistem Basis Data
Sistem basis data dapat diartikan sebagai kumpulan file / table yang saling
berhubungan (dalam sebuah basis data di sebuah sistem komputer), dan sekumpulan
program (DBMS / Database Management System) yang memungkinkan beberapa user
(pemakai), dan / atau program lain untuk mengakses dan memanipulasi file (table) tersebut.
Komponen – komponen utama dari sebuah sistem basis data adalah sebagai berikut :
1). Perangkat keras (hardware)
2). Sistem operasi (operating system)
3). Basis data (database)
4). Sistem (aplikasi/perangkat lunak) pengelola basis data (DBMS)
5). Pemakai (user)
6). Aplikasi (perangkat lunak) lain (bersifat optional)
Pada gambar 1.3. sistem basis data dapat dilihat bahwa basis data pada intinya
adalah disimpan pada media penyimpanan elektronik (hardisk), sedangkan database adalah
terdiri dari beberapa file / table yang saling berelasi (berhubungan). Basis data tersebut dikelola
oleh DBMS (database management system) dan database tersebut dapat dimanfaatkan oleh
beberapa user (pemakai) yang dapat melakukan manipulasi pada database. Tidak semua user
Bahan Kuliah:
Sistem Basis Data
Teknik Informatika STMIK Bani Saleh – Bekasi 2010
Edisi 2 Tahun 2010 – dds@didiksetiyadi.com Refisi : 2
-
6
dapat melakukan manipulasi data didalam database, hal ini diatur sesuai dengan hak aksesnya
dari masing – masing user tersebut.
Gambar 1.4. Sistem Basis Data
1.3.1. Perangkat Keras
Perangkat keras yang biasanya terdapat dalam sistem basis data adalah
sebagai berikut:
1). Komputer (satu untuk yang stand-alone atau lebih dari satu untuk sistem
jaringan).
1). Memori sekunder yang on-line (harddisk).
3). Memori sekunder yang off-line (tape) untuk keperluan backup data.
4). Media / perangkat komunikasi (untuk sistem jaringan).
1.3.2. Sistem Operasi
Merupakan program yang mengaktifkan / memfungsikan sistem komputer,
mengendalikan seluruh sumber daya dalam komputer dan melakukan operasi –
Basis Data
Basis
Data X:
Table A
Table B
Table C
Table D
Table E
Dll
Database management
system (DBMS)
PC
PC
PC
Basis
Data Y:
Table J
Table K
Table L
Table M
Table N
Dll
Bahan Kuliah:
Sistem Basis Data
Teknik Informatika STMIK Bani Saleh – Bekasi 2010
Edisi 2 Tahun 2010 – dds@didiksetiyadi.com Refisi : 2
-
7
operasi dasar dalam komputer (operasi input/output), pengelolaan file, dan lain
sebagainya.
Program pengelola basis data (DBMS) akan aktif (running) jika sistem
operasi yang dikehendakinya (sesuai) telah aktif.
Contoh daripada sistem operasi pada sistem komputer adalah MS-DOS, MS
Windows (3.11,95,98 dan lainnya) untuk yang stand alone dan MS Windows (2000
Server, UNIX, LINUX, Novel_Netware dan lain sebagainya) utuk yang jaringan.
1.3.3. Basis Data
Sebuah sistem basis data dapat memiliki beberapa basis data. Setiap basis
data dapat memiliki sejumlah objek basis data (seperti file/table, store procedure,
indeks, dan lainya). Disamping berisi / menyimpan data, setiap basis data juga
mengandung / menyimpan definisi struktur (baik untuk basis data maupun objekobjeknya
secara detail).
1.3.4. Sistem pengelola basis data (DBMS)
Pengelolaan basis data secara fisik tidak ditangani langsung oleh user
(pemakai), tetapi ditangani oleh sebuah perangkat lunak (sistem) yang khusus /
spesifik.
Perangkat inilah disebut DBMS, yang akan menentukan bagaimana data
diorganisasi, disimpan, diubah, dan diambil kembali. Perangkat tersebut juga
menerapkan mekanisme pengamanan data (security), pemakaian data secara
bersama (sharing data), pemaksaan keakuratan / konsistensi data, dan sebagainya.
Perangakat lunak yang termasuk DBMS adalah MS-Access, Foxpro, Dbase-IV,
Foxbase, Clipper, dan lainnya untuk kelas sederhana, dan Oracle, Informix, Sybase,
MS-SQL Server, dan lainnya untuk kelas kompleks / berat.
1.3.5. Pemakai (Users)
Ada beberapa jenis / tipe pemakai pada sistem basis data, berdasarkan cara
mereka berinteraksi pada basis data, diantaranya adalah:
Bahan Kuliah:
Sistem Basis Data
Teknik Informatika STMIK Bani Saleh – Bekasi 2010
Edisi 2 Tahun 2010 – dds@didiksetiyadi.com Refisi : 2
-
8
1). Programmer
Aplikasi
Adalah pemakai yang berinteraksi dengan basis data
melalui DML (data manipulation language), yang
disertakan dalam program yang ditulis dalam bahasa
pemrograman induk (seperti pascal, cobol, clipper,
foxpro, dan lainnya).
2). User Mahir
(casual user)
Adalah pemakai yang berinteraksi dengan sistem tanpa
menulis modul program. Mereka menyatakan query
(untuk akses data), dengan bahasa query yang telah
disediakan oleh suatu DBMS.
3). User Umum
(End User)
Adalah pemakai yang berinteraksi dengan sistem basis
data melalui pemanggilan satu program aplikasi
permanen, yang telah ditulis / disediakan sebelumnya.
4). User Khusus
(Specialized User)
Adalah pemakai yang menulis aplikasi basis data non
konvensional untuk keperluan khusus, seperti untuk
aplikasi AI, Sistem Pakar, Pengolahan Citra, dan lainnyal,
yang bisa saja mengakses basis data dengan / tanpa
DBMS.
Untuk sebuah sistem basis data yang stand-alone, maka pada suatu saat
hanya ada satu pemakai, sedangkan untuk jaringan pada suatu saat ada banyak
pemakai yang dapat berhubungan (menggunakan) basis data yang sama. Pilihan
untuk stand-alone atau jaringan (multiuser) tergantung pada (ditentukan oleh)
kebutuhan pemakai, perangkat keras yang tersedia, sistem operasi yang digunakan,
serta DBMS yang dipilih.
1.3.6. Aplikasi (perangkat lunak) lain
Aplikasi lain ini bersifat optional, ada tidaknya tergantung pada kebutuhan
kita. DBMS yang kita gunakan lebih berperan dalam pengorganisasian data dalam
basis data, sementara bagi pemakai basis data (khususnya yang menjadi end user)
dapat disediakan program khusus untuk melakukan pengisian, pengubahan dan
pengambilan data.
Bahan Kuliah:
Sistem Basis Data
Teknik Informatika STMIK Bani Saleh – Bekasi 2010
Edisi 2 Tahun 2010 – dds@didiksetiyadi.com Refisi : 2
-
9
1.4. Sistem Manajemen Basis Data (DBMS)
DBMS adalah koleksi terpadu dari program-program (sistem perangkat lunak) yang
digunakan untuk mendefinisikan, menciptakan, mengakses dan merawat database (basis
data). Tujuannya adalah menyediakan lingkungan yang mudah dan aman untuk
penggunaan dan perawatan database. Contoh daripada DBMS adalah Ms-Access, MS Sql
Server dan Oracle.
Pertanyaan Soal
1. Jelaskan pengertian daripada basis data (database) ?
2. Berikan penjelasan mengenai perbedaaan antara lemari arsip dengan database didalam suatu
perusahaan ?.
3. Jelaskan pengertian daripada file, record, field dan data value dan berikan masing – masing
contohnya ?.
4. Jelaskan pengertian daripada sistem basis data, apa saja komponen utama dari sistem basis
data ?.
5. Jelaskan pengertian sistem operasi dan berikan contoh beberapa sistem operasi yang saudara
ketahui ?.
6. Jelaskan pengertian daripada DBMS, dan berikan contohnya untuk kelas DBMS yang sederhana
maupun yang kompleks ?.
Senin, 10 Januari 2011
Pertentangan sosial dan Integrasi Masyarakat
Setiap manusia yang hidup bermasyarakat pasti terjadi sosialisasi antar individu tersebut. Namnu didalam kehidupan masyarakat ini pasti tidak akan selamanya berjalan mulus, tentunya karena sifat – sifat manusia yang berbeda – beda akan memunculkan pertentangan social.
Pertentangan sosial meruapakan konflik yang terjadi di masyarakat yang bias menimbulakn perpecahan didalam masyarakat tersebut. Penyebab dari perpecahan tersebut bisa dari berbagai sumber masalah seperti perbedaan pendapat.
• Prasangka Diskriminasi
Diskriminatif merupakan tindakan yang realistis, sedangkan prasangka tidak realistis dan hanya diketahui oleh individu masing-masing.
• Integrasi Sosial dan Integrasi Masyarakat
Integrasi berasal dari bahasa inggris "integration" yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan. Integrasi sosial dimaknai sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki keserasian fungsi. Sedangkan Intergrasi masyarakat adalah kerjasama anggota masyarakat mulai dari individu, keluarga, dan masyarakat secara keseluruhan. Sehingga menciptakan kehidupan yang rukun antar masyarakat. Dalam hal ini terjadi kerja sama, akomodasi, asimilasi dan berkurangnya sikap-sikap prasangka di antara anggota masyarakat secara keseluruhan. Integrasi masyarakat akan terwujud apabila mampu mengendalikan prasangka yang ada di dalam masyarakat, sehingga tidak terjadi konflik, dominasi,mengdeskripsikan pihak-pihak lainnya dan tidak banyak sistem yang tidak saling melengkapi dan tumbuh integrasi tanpa paksaan. Oleh karena itu untuk mewujudkan integrasi bangsa pada bangsa yang majemuk dilakukan dengan mengatasi atau mengurangi prasangka.
Perlu dicari beberapa bentuk akomodatif yang dapat mengurangi konflik sebagai akibat dari prasangka, yaitu melalui empat sistem, diantaranya adalah :
1. Sistem budaya seperti nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.
2. Sistem sosial seperti kolektiva-kolektiva sosial dalam segala bidang.
3. Sistem kepribadian yang terwujud sebagai pola-pola penglihatan (persepsi), perasaan (cathexis), pola-pola penilaian yang dianggap pola-pola keindonesiaan.
4. Sistem organik jasmaniah, di mana nasionalime tidak didasarkan atas persamaan ras.
Untuk menghindari dari prasangka keempat sistem diatas harus dipergunakan untuk mewujudkan tercapainya nasionalisme Indonesia.
Referensi :
http://guruhyogakomara.blogspot.com/2009/05/pertentangan-sosial-dan-integrasi.html
Pertentangan sosial meruapakan konflik yang terjadi di masyarakat yang bias menimbulakn perpecahan didalam masyarakat tersebut. Penyebab dari perpecahan tersebut bisa dari berbagai sumber masalah seperti perbedaan pendapat.
• Prasangka Diskriminasi
Diskriminatif merupakan tindakan yang realistis, sedangkan prasangka tidak realistis dan hanya diketahui oleh individu masing-masing.
• Integrasi Sosial dan Integrasi Masyarakat
Integrasi berasal dari bahasa inggris "integration" yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan. Integrasi sosial dimaknai sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki keserasian fungsi. Sedangkan Intergrasi masyarakat adalah kerjasama anggota masyarakat mulai dari individu, keluarga, dan masyarakat secara keseluruhan. Sehingga menciptakan kehidupan yang rukun antar masyarakat. Dalam hal ini terjadi kerja sama, akomodasi, asimilasi dan berkurangnya sikap-sikap prasangka di antara anggota masyarakat secara keseluruhan. Integrasi masyarakat akan terwujud apabila mampu mengendalikan prasangka yang ada di dalam masyarakat, sehingga tidak terjadi konflik, dominasi,mengdeskripsikan pihak-pihak lainnya dan tidak banyak sistem yang tidak saling melengkapi dan tumbuh integrasi tanpa paksaan. Oleh karena itu untuk mewujudkan integrasi bangsa pada bangsa yang majemuk dilakukan dengan mengatasi atau mengurangi prasangka.
Perlu dicari beberapa bentuk akomodatif yang dapat mengurangi konflik sebagai akibat dari prasangka, yaitu melalui empat sistem, diantaranya adalah :
1. Sistem budaya seperti nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.
2. Sistem sosial seperti kolektiva-kolektiva sosial dalam segala bidang.
3. Sistem kepribadian yang terwujud sebagai pola-pola penglihatan (persepsi), perasaan (cathexis), pola-pola penilaian yang dianggap pola-pola keindonesiaan.
4. Sistem organik jasmaniah, di mana nasionalime tidak didasarkan atas persamaan ras.
Untuk menghindari dari prasangka keempat sistem diatas harus dipergunakan untuk mewujudkan tercapainya nasionalisme Indonesia.
Referensi :
http://guruhyogakomara.blogspot.com/2009/05/pertentangan-sosial-dan-integrasi.html
Sabtu, 08 Januari 2011
Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan
Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan
“ Ilmu pengetahuan” lazim digunakan dalam pengertian sehari-hari, terdiri dari dua kata, “ ilmu “ dan “ pengetahuan “, yang masing-masing punya identities sendiri-sendiri. Dikalangan ilmuwan ada keseragaman pendapat, bahwa ilmu itu selalu tersusun dari pengetahuan secara teratur, yang diperoleh dengan pangkal tumpuan (objek) tertentu dengan sistematis, metodis, rasional/logis, empiris, umum dan akumulatif. Pengertian pengetahuan sebagai istilah filsafat tidaklah sederhana karena bermacam-macam pandangan dan teori (epistemologi), diantaranya pandangan Aristoteles, bahwa pengetahuan merupakan pengetahuan yang dapat diinderai dan dapat merangsang budi. Dan oleh Bacon & David Home pengetahuan diartikan sebagai pengalaman indera dan batin. Menurut Imanuel Kant pengehuan merupakan persatuan antara budi dan pengalaman. Dari berbagai macam pandangan tentang pengetahuan diperoleh sumber-sumber pengetahuan berupa ide, kenyataan, kegiatan akal-budi, pengalaman, sintesis budi, atau meragukan karena tak adanya sarana untuk mencapai pengetahuan yang pasti.
Untuk membuktikan pengetahuan itu benar, perlu berpangkal pada teori kebenaran pengetahuan :
1. Pengetahuan dianggap benar apabila dalil (proposisi) itu mempunyai hubungan dengan dalil (proposisi) yang terdahulu
2. Pengetahuan dianggap benar apabila ada kesesuaian dengan kenyataan
3. Pengetahuan dianggap benar apabila mempunyai konsekwensi praktis dalam diri yang mempunyai pengeahuan itu.
Ilmu pengetahuan pada dasarnya memiliki tiga komponen penyangga tubuh pengetahuan yang disusunnya yaitu ; ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Epistemologis hanyalah merupakan cara bagaimana materi pengetahuan diperoleh dan disusun menjadi tubuh ilmu pengetahuan. Ontologis dapat diartikan hakekat apa yang dikaji oleh pengetahuan, sehingga jelas ruang lingkup ujud yang menajdi objek penelaahannya. Atau dengan kata lain ontologism merupakan objek formal dari suatu pengetahuan. Komponen aksiologis adalah asas menggunakan ilmu pengetahuan atau fungsi dari ilmu pengetahuan.
Pembentukan ilmu akan berhadapan dengan objek yang merupakan bahan dalam penelitian, meliputi objek material sebagai bahan yang menadi tujuan penelitian bulat dan utuh, serta objek formal, yaitu sudut pandangan yang mengarah kepada persoalan yang menjadi pusat perhatian. Langkah-langkah dalam memperoleh ilmu dan objek ilmu meliputi rangkaian kegiatan dan tindakan. Dimulai dengan pengamatan, yaitu suatu kegiatan yang diarahkan kepada fakta yang mendukung apa yang dipikirkan untuk sistemasi, kemudian menggolong-golongkan dan membuktikan dengan cara berpikir analitis, sistesis, induktif dan deduktif. Yang terakhir ialah pengujian kesimpulan dengan menghadapkan fakta-fakta sebagai upaya mencari berbagai hal yang merupakan pengingkaran.
Untuk mencapai suatu pengetahuan yang ilmiah dan obyektif diperlukan sikap yang bersifat ilmiah, yang meliputi empat hal yaitu :
1. Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga menacapi pengetahuan ilmiah yang obeyktif
2. Selektif, artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapi supaya didukung oleh fakta atau gejala, dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada
3. Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tak dapat diubah maupun terhadap indera dam budi yang digunakan untuk mencapai ilmu
4. Merasa pasti bahwa setiap pendapat, teori maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian, namun masih terbuka untuk dibuktikan kembali.
Permasalahan ilmu pengetahuan meliputi arti sumber, kebenaran pengetahuan, serta sikap ilmuwan itu sendiri sebagai dasar untuk langkah selanjutnya.
Teknologi
Dalam konsep yang pragmatis dengan kemungkinan berlaku secara akademis dapatlah dikatakan bahwa pengetahuan (body ofknowledge), dan teknologi sebagai suatu seni (state of arts ) yang mengandung pengetian berhubungan dengan proses produksi; menyangkut cara bagaimana berbagai sumber, tanah, modal, tenaga kerja dan ketrampilan dikombinasikan untuk merealisasi tujuan produksi. “secara konvensional mencakup penguasaan dunia fisik dan biologis, tetapi secara luas juga meliputi teknologi sosial, terutama teknoogi sosial pembangunan (the social technology of development) sehingga teknologi itu adalah merode sistematis untuk mencapai tujuan insani (Eugene Stanley, 1970).
Teknologi memperlihatkan fenomenanya alam masyarakat sebagai hal impersonal dan memiliki otonomi mengubah setiap bidang kehidupan manusia menjadi lingkup teknis. Jacques Ellul dalam tulisannya berjudul “the technological society” (1964) tidak mengatakan teknologi tetapi teknik, meskipun artinya sama. Menurut Ellul istilah teknik digunakan tidak hanya untuk mesin, teknologi atau prosedur untuk memperoleh hasilnya, melainkan totalitas metode yang dicapai secara rasional dan mempunyai efisiensi (untuk memberikan tingkat perkembangan) dalam setiap bidang aktivitas manusia. Jadi teknologi penurut Ellul adalah berbagai usaha, metode dan cara untuk memperoleh hasil yang distandarisasi dan diperhingkan sebelumnya.
Fenomena teknik paa masyarakat ikini, menurut Sastrapratedja (1980) memiliki ciri-ciri sebagia berikut :
1. Rasionalistas, artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional
2. Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah
3. Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan secara otomatis. Demikian juga dengan teknik mampu mengeliminasikan kegiatan non teknis menjadi kegiatan teknis
4. Teknik berkembang pada suatu kebudayaan
5. Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung
6. Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan
7. otonomi artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri.
Teknologi yang berkembang denan pesat meliputi berbagai bidang kehidupan manusia. Luasnya bidang teknik digambarkan sebagaia berikut :
1. Teknik meluputi bidang ekonomi, artinya teknik mampu menghasilkan barang-barang industri. Dengan teknik, mampu mengkonsentrasikan capital sehingga terjadi sentralisasi ekonomi
2. Teknik meliputi bidang organisasional seperti administrasi, pemerintahan, manajemen, hukum dan militer
3. Teknik meliputi bidang manusiawi. Teknik telah menguasai seluruh sector kehidupan manusia, manusia semakin harus beradaptasi dengan dunia teknik dan tidak ada lagi unsur pribadi manusia yang bebas dari pengaruh teknik.
Alvin Tofler (1970) mengumpakana teknologi itu sebagai mesin yang besar atau sebuah akselarator (alat pemercepat) yang dahsyat, dan ilmu pengetahuan sebagai bahan bakarnya. Dengan meningkatnya ilmu pengetahuan secara kuantitatif dan kualtiatif, maka kiat meningkat pula proses akselerasi yagn ditimbulkan oleh mesinpengubah, lebih-lebih teknologi mampu menghasilkan teknologi yang lebih banyak dan lebih baik lagi.
Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan bagian-bagian yang dapat dibeda-bedakan, tetapi tidak dapat dipisah-pisahkan dari suatu sistem yang berinteraksi dengan sistem-sistem lain dalam kerangka nasional seperti kemiskinan.
Kemiskinan
Kemiskinan lazimnya dilukiskan sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok. Dikatakan berada di bawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang paling pokok seperti pangan, pakaian, tempat berteduh, dan lain-lain. Garis kemiskinan yang menentukan batas minimum pendapatan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pokok, bisa dipengaruhi oleh tiga hal :
1. Persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok yang diperlukan
2. Posisi manusia dalam lingkungan sekitar
3. Kebutuhan objectif manusia untuk bisa hidup secara manusiawi
Persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok yang diperlukan dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, adat istiadat, dan
sistem nilai yang dimiliki. Dalamhal ini garis kemiskinan dapat tinggi atau rendah. Terhadap posisi manusia dalam lingkungan sosial, bukan ukuran kebutuhan pokok yang menentukan, melainkan bagaimana posisi pendapatannya ditengah-tengah masyarakat sekitarnya. Kebutuhan objektif manusia untuk bisa hidup secara manusiawi ditentukan oleh komposisi pangan apakah benilai gizi cukup dengan nilai protein dan kalori cukup sesuai dengan tingkat umur, jenis kelamin, sifat pekerjaan, keadaan iklim dan lingkungan yang dialaminya.
Kesemuanya dapat tersimpul dalam barang dan jasa dan tertuangkan dalam nilai uang sebgai patokan bagi penetapan pendapatan minimal yang diperlukan, sehingga garis kemiskinan ditentukan oleh tingkat pendapatan minilam ( versi bank dunia, dikota 75 $ dan desa 50 $AS perjiwa setahun, 1973) ( berapa sekarang ? ).
Berdasarkan ukuran ini maka mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan memiliki cirri-ciri sebagai berikut :
1. Tidak memiliki factor-faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, ketrampilan. Dll
2. Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan kekuatan sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan ataua modal usaha
3. Tingkat pendidikan mereka rendah, tidak sampai taman SD
4. Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas
5. Banyak yang hidup di kota berusia muda, dan tidak mempunyai ketrampilan.
Kemiskinan menurut orang lapangan (umum) dapat dikatagorikan kedalam tiga unsure :
1. Kemiskinan yang disebabkan handicap badaniah ataupun mental seseorang
2. Kemiskinan yang disebabkan oleh bencana alam
3. Kemiskinan buatan. Yang relevan dalam hal ini adalah kemiskinan buatan, buatan manusia terhadap manusia pula yang disebut kemiskinan structural. Itulah kemiskinan yang timbul oleh dan dari struktur-struktur buatan manusia, baik struktur ekonomi, politik, sosial maupun cultural. Selaindisebabkan oleh hal – hal tersebut, juga dimanfaatkan oleh sikap “penenangan” atau “nrimo”, memandang kemiskinan sebagai nasib, malahan sebagai takdir Tuhan. Kemiskinan menjadi suatu kebudayaan atau subkultur, yang mempunya struktur dan way of life yang telah turun temurun melalui jalur keluarga. Kemiskinan (yagn membudaya) itu disebabkan oleh dan selama proses perubahan sosial secara fundamental, seperti transisi dari feodalisme ke kapitalisme, perubahan teknologi yang cepat, kolonialisme, dsb.obatnya tidak lain adalah revolusi yang sama radikal dan meluasnya.
sumber http://isramrasal.wordpress.com/2009/12/26/ilmu-pengetahuan-teknologi-dan-kemiskinan/
“ Ilmu pengetahuan” lazim digunakan dalam pengertian sehari-hari, terdiri dari dua kata, “ ilmu “ dan “ pengetahuan “, yang masing-masing punya identities sendiri-sendiri. Dikalangan ilmuwan ada keseragaman pendapat, bahwa ilmu itu selalu tersusun dari pengetahuan secara teratur, yang diperoleh dengan pangkal tumpuan (objek) tertentu dengan sistematis, metodis, rasional/logis, empiris, umum dan akumulatif. Pengertian pengetahuan sebagai istilah filsafat tidaklah sederhana karena bermacam-macam pandangan dan teori (epistemologi), diantaranya pandangan Aristoteles, bahwa pengetahuan merupakan pengetahuan yang dapat diinderai dan dapat merangsang budi. Dan oleh Bacon & David Home pengetahuan diartikan sebagai pengalaman indera dan batin. Menurut Imanuel Kant pengehuan merupakan persatuan antara budi dan pengalaman. Dari berbagai macam pandangan tentang pengetahuan diperoleh sumber-sumber pengetahuan berupa ide, kenyataan, kegiatan akal-budi, pengalaman, sintesis budi, atau meragukan karena tak adanya sarana untuk mencapai pengetahuan yang pasti.
Untuk membuktikan pengetahuan itu benar, perlu berpangkal pada teori kebenaran pengetahuan :
1. Pengetahuan dianggap benar apabila dalil (proposisi) itu mempunyai hubungan dengan dalil (proposisi) yang terdahulu
2. Pengetahuan dianggap benar apabila ada kesesuaian dengan kenyataan
3. Pengetahuan dianggap benar apabila mempunyai konsekwensi praktis dalam diri yang mempunyai pengeahuan itu.
Ilmu pengetahuan pada dasarnya memiliki tiga komponen penyangga tubuh pengetahuan yang disusunnya yaitu ; ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Epistemologis hanyalah merupakan cara bagaimana materi pengetahuan diperoleh dan disusun menjadi tubuh ilmu pengetahuan. Ontologis dapat diartikan hakekat apa yang dikaji oleh pengetahuan, sehingga jelas ruang lingkup ujud yang menajdi objek penelaahannya. Atau dengan kata lain ontologism merupakan objek formal dari suatu pengetahuan. Komponen aksiologis adalah asas menggunakan ilmu pengetahuan atau fungsi dari ilmu pengetahuan.
Pembentukan ilmu akan berhadapan dengan objek yang merupakan bahan dalam penelitian, meliputi objek material sebagai bahan yang menadi tujuan penelitian bulat dan utuh, serta objek formal, yaitu sudut pandangan yang mengarah kepada persoalan yang menjadi pusat perhatian. Langkah-langkah dalam memperoleh ilmu dan objek ilmu meliputi rangkaian kegiatan dan tindakan. Dimulai dengan pengamatan, yaitu suatu kegiatan yang diarahkan kepada fakta yang mendukung apa yang dipikirkan untuk sistemasi, kemudian menggolong-golongkan dan membuktikan dengan cara berpikir analitis, sistesis, induktif dan deduktif. Yang terakhir ialah pengujian kesimpulan dengan menghadapkan fakta-fakta sebagai upaya mencari berbagai hal yang merupakan pengingkaran.
Untuk mencapai suatu pengetahuan yang ilmiah dan obyektif diperlukan sikap yang bersifat ilmiah, yang meliputi empat hal yaitu :
1. Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga menacapi pengetahuan ilmiah yang obeyktif
2. Selektif, artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapi supaya didukung oleh fakta atau gejala, dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada
3. Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tak dapat diubah maupun terhadap indera dam budi yang digunakan untuk mencapai ilmu
4. Merasa pasti bahwa setiap pendapat, teori maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian, namun masih terbuka untuk dibuktikan kembali.
Permasalahan ilmu pengetahuan meliputi arti sumber, kebenaran pengetahuan, serta sikap ilmuwan itu sendiri sebagai dasar untuk langkah selanjutnya.
Teknologi
Dalam konsep yang pragmatis dengan kemungkinan berlaku secara akademis dapatlah dikatakan bahwa pengetahuan (body ofknowledge), dan teknologi sebagai suatu seni (state of arts ) yang mengandung pengetian berhubungan dengan proses produksi; menyangkut cara bagaimana berbagai sumber, tanah, modal, tenaga kerja dan ketrampilan dikombinasikan untuk merealisasi tujuan produksi. “secara konvensional mencakup penguasaan dunia fisik dan biologis, tetapi secara luas juga meliputi teknologi sosial, terutama teknoogi sosial pembangunan (the social technology of development) sehingga teknologi itu adalah merode sistematis untuk mencapai tujuan insani (Eugene Stanley, 1970).
Teknologi memperlihatkan fenomenanya alam masyarakat sebagai hal impersonal dan memiliki otonomi mengubah setiap bidang kehidupan manusia menjadi lingkup teknis. Jacques Ellul dalam tulisannya berjudul “the technological society” (1964) tidak mengatakan teknologi tetapi teknik, meskipun artinya sama. Menurut Ellul istilah teknik digunakan tidak hanya untuk mesin, teknologi atau prosedur untuk memperoleh hasilnya, melainkan totalitas metode yang dicapai secara rasional dan mempunyai efisiensi (untuk memberikan tingkat perkembangan) dalam setiap bidang aktivitas manusia. Jadi teknologi penurut Ellul adalah berbagai usaha, metode dan cara untuk memperoleh hasil yang distandarisasi dan diperhingkan sebelumnya.
Fenomena teknik paa masyarakat ikini, menurut Sastrapratedja (1980) memiliki ciri-ciri sebagia berikut :
1. Rasionalistas, artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional
2. Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah
3. Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan secara otomatis. Demikian juga dengan teknik mampu mengeliminasikan kegiatan non teknis menjadi kegiatan teknis
4. Teknik berkembang pada suatu kebudayaan
5. Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung
6. Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan
7. otonomi artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri.
Teknologi yang berkembang denan pesat meliputi berbagai bidang kehidupan manusia. Luasnya bidang teknik digambarkan sebagaia berikut :
1. Teknik meluputi bidang ekonomi, artinya teknik mampu menghasilkan barang-barang industri. Dengan teknik, mampu mengkonsentrasikan capital sehingga terjadi sentralisasi ekonomi
2. Teknik meliputi bidang organisasional seperti administrasi, pemerintahan, manajemen, hukum dan militer
3. Teknik meliputi bidang manusiawi. Teknik telah menguasai seluruh sector kehidupan manusia, manusia semakin harus beradaptasi dengan dunia teknik dan tidak ada lagi unsur pribadi manusia yang bebas dari pengaruh teknik.
Alvin Tofler (1970) mengumpakana teknologi itu sebagai mesin yang besar atau sebuah akselarator (alat pemercepat) yang dahsyat, dan ilmu pengetahuan sebagai bahan bakarnya. Dengan meningkatnya ilmu pengetahuan secara kuantitatif dan kualtiatif, maka kiat meningkat pula proses akselerasi yagn ditimbulkan oleh mesinpengubah, lebih-lebih teknologi mampu menghasilkan teknologi yang lebih banyak dan lebih baik lagi.
Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan bagian-bagian yang dapat dibeda-bedakan, tetapi tidak dapat dipisah-pisahkan dari suatu sistem yang berinteraksi dengan sistem-sistem lain dalam kerangka nasional seperti kemiskinan.
Kemiskinan
Kemiskinan lazimnya dilukiskan sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok. Dikatakan berada di bawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang paling pokok seperti pangan, pakaian, tempat berteduh, dan lain-lain. Garis kemiskinan yang menentukan batas minimum pendapatan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pokok, bisa dipengaruhi oleh tiga hal :
1. Persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok yang diperlukan
2. Posisi manusia dalam lingkungan sekitar
3. Kebutuhan objectif manusia untuk bisa hidup secara manusiawi
Persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok yang diperlukan dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, adat istiadat, dan
sistem nilai yang dimiliki. Dalamhal ini garis kemiskinan dapat tinggi atau rendah. Terhadap posisi manusia dalam lingkungan sosial, bukan ukuran kebutuhan pokok yang menentukan, melainkan bagaimana posisi pendapatannya ditengah-tengah masyarakat sekitarnya. Kebutuhan objektif manusia untuk bisa hidup secara manusiawi ditentukan oleh komposisi pangan apakah benilai gizi cukup dengan nilai protein dan kalori cukup sesuai dengan tingkat umur, jenis kelamin, sifat pekerjaan, keadaan iklim dan lingkungan yang dialaminya.
Kesemuanya dapat tersimpul dalam barang dan jasa dan tertuangkan dalam nilai uang sebgai patokan bagi penetapan pendapatan minimal yang diperlukan, sehingga garis kemiskinan ditentukan oleh tingkat pendapatan minilam ( versi bank dunia, dikota 75 $ dan desa 50 $AS perjiwa setahun, 1973) ( berapa sekarang ? ).
Berdasarkan ukuran ini maka mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan memiliki cirri-ciri sebagai berikut :
1. Tidak memiliki factor-faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, ketrampilan. Dll
2. Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan kekuatan sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan ataua modal usaha
3. Tingkat pendidikan mereka rendah, tidak sampai taman SD
4. Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas
5. Banyak yang hidup di kota berusia muda, dan tidak mempunyai ketrampilan.
Kemiskinan menurut orang lapangan (umum) dapat dikatagorikan kedalam tiga unsure :
1. Kemiskinan yang disebabkan handicap badaniah ataupun mental seseorang
2. Kemiskinan yang disebabkan oleh bencana alam
3. Kemiskinan buatan. Yang relevan dalam hal ini adalah kemiskinan buatan, buatan manusia terhadap manusia pula yang disebut kemiskinan structural. Itulah kemiskinan yang timbul oleh dan dari struktur-struktur buatan manusia, baik struktur ekonomi, politik, sosial maupun cultural. Selaindisebabkan oleh hal – hal tersebut, juga dimanfaatkan oleh sikap “penenangan” atau “nrimo”, memandang kemiskinan sebagai nasib, malahan sebagai takdir Tuhan. Kemiskinan menjadi suatu kebudayaan atau subkultur, yang mempunya struktur dan way of life yang telah turun temurun melalui jalur keluarga. Kemiskinan (yagn membudaya) itu disebabkan oleh dan selama proses perubahan sosial secara fundamental, seperti transisi dari feodalisme ke kapitalisme, perubahan teknologi yang cepat, kolonialisme, dsb.obatnya tidak lain adalah revolusi yang sama radikal dan meluasnya.
sumber http://isramrasal.wordpress.com/2009/12/26/ilmu-pengetahuan-teknologi-dan-kemiskinan/
Kamis, 09 Desember 2010
PERBANDINGAN KEHIDUPAN SOSIAL DI KOTA DAN PEDESAAN
PERBANDINGAN KEHIDUPAN SOSIAL DI KOTA DAN PEDESAAN
Menurut aristoteles , manusia merupakan zoon politicon sehingga manusia memiliki peran ganda, yaitu selain sebagai makhluk individualis, sedangkan sebagai makhluk sosial manusia tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan interaksi satu sama lain. Interaksi tersebut dimulai dari proses sosialisaisi yang terjadi semenjak mereka dilahirkan kedunia. Sosialisasi itu dimulai dari lingkungan yang paling kecil , yaitu lingkup keluarga. Keluarga merupakan suatu agen sosialisasi khususnya peranan orang tua. karena mereka berperan untuk membentuk karakter sarta nilai-niali yang ditanamkan orang tua kepada anaknya . dalam keluarga, setiap anggotanye memeliki status dan peranan yang sangpenting. Menurut Astrid S. Susanto dalam bukunya Pengantar Tekhnologi dan dan Perubahaan sosial , status merupakan kedudukan obyejtif yang memberi hak dan kewajiban kepada orang yang menempati suatu kedudukan . sedangkan role atau peranan merupakan dinamika dari status atau penggunaan dari hak dan kewajiban dari pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa peranan atau role muncul setelah adanya status kedudukan yang terdapat dalam diri seseorang untuk mendapatkan hak dan menjalankan kewajiban
Dalam ilmu sosial, kehidupan sosial merupakan kehidupan bermayarakatyangMenurut aristoteles , manusia merupakan zoon politicon di tandai dengan sikap dan perilaku menghargai dan menghormati antar anggota keluarga,bertetangga, berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan sosial, bergotong royong,tenggang rasa, tolong menolong baik yang bersifat moril maupun yang bersifat meteril. Kehidupan bersosial itu sangat penting dan perlu di bina terus, karena dapat menciptakan suasana aman,damai sehingga tidak terjadi kesenjangan soial antar sesama. Tanpa ada orang lain manusia tidak bisa melakukan tindakan apapun. Management essential mengatakan “ketika anda memrlukan bantuan bukan teman anda yeng lebih dulu membantu tetapi tetanga anda”
Di atas telah dijelaskan pengertian kehidupan sosial, dan bagaimana gambaran kehidupan sosial di perkotaan dan pedesaan.
Kehidupan Sosial Di Perkotaan
Kota merupakan tempat atau pusat kegiatan disegala bidang , baik itu pemerintahan, perdagangan, dan kota identik dengan keramaian. Tiap tahun terjadi peningkatan jumlah penduduk khusus kota-kota besar yang cukup signifikan karena masyarakat menganggap kota merupakan tempat untuk mengadu nasib. Di perkotaan dengan gaya hidup yang serba medoren dan konsumerisme, menyebabkan manusia bersifat individualistik dan materialistik artinya penuh dengan keegoisan,sikap masa bodoh, dan segala sesuatu hanya diukur dengan materi dan materi, seperti peribahasa mengatakan “tak ada persahabatan yang abadi, hanya kepentingan yang abadi”. Sehingga tidak heran pula banyak sekali generasi muda (young generation) yang terjerumus dalalm tindakan kriminal seperti terlibat dalam kasus narkoba, pelacuran, perampokan, hal itu semua terjadi karena tuntutan kebutuhan hidup yang tidak diimbangi dengan kemampuan (faktor ekonomi).
Kehidupan Sosial Di Pedesaan
Perbeda dengan kehidupan perkotaan. Pedesaan sangat jauh dari keramaian, perdagangan, bahkan kebijakan pemerintah tidak terealisasi disana, pada umumnya masyarakat di pedesaan menyambung hidupnya dengan bertani, karyawan buruh, akan tetapi suasana kekeluargaan, solidaritas, tolong menolong , gotong-royong, serta kegiatan bakti sosial lainnya dikerjakan secara bersama-sama. Mereka belum mengenal gaya hidup, konsumerisme, budaya ketimuran masih terasa kental.
Sumber : http://bunyamingunadarma.wordpress.com/2009/10/04/kehidupan-sosial-di-perkotaan-dan-pedesaan/
Menurut aristoteles , manusia merupakan zoon politicon sehingga manusia memiliki peran ganda, yaitu selain sebagai makhluk individualis, sedangkan sebagai makhluk sosial manusia tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan interaksi satu sama lain. Interaksi tersebut dimulai dari proses sosialisaisi yang terjadi semenjak mereka dilahirkan kedunia. Sosialisasi itu dimulai dari lingkungan yang paling kecil , yaitu lingkup keluarga. Keluarga merupakan suatu agen sosialisasi khususnya peranan orang tua. karena mereka berperan untuk membentuk karakter sarta nilai-niali yang ditanamkan orang tua kepada anaknya . dalam keluarga, setiap anggotanye memeliki status dan peranan yang sangpenting. Menurut Astrid S. Susanto dalam bukunya Pengantar Tekhnologi dan dan Perubahaan sosial , status merupakan kedudukan obyejtif yang memberi hak dan kewajiban kepada orang yang menempati suatu kedudukan . sedangkan role atau peranan merupakan dinamika dari status atau penggunaan dari hak dan kewajiban dari pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa peranan atau role muncul setelah adanya status kedudukan yang terdapat dalam diri seseorang untuk mendapatkan hak dan menjalankan kewajiban
Dalam ilmu sosial, kehidupan sosial merupakan kehidupan bermayarakatyangMenurut aristoteles , manusia merupakan zoon politicon di tandai dengan sikap dan perilaku menghargai dan menghormati antar anggota keluarga,bertetangga, berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan sosial, bergotong royong,tenggang rasa, tolong menolong baik yang bersifat moril maupun yang bersifat meteril. Kehidupan bersosial itu sangat penting dan perlu di bina terus, karena dapat menciptakan suasana aman,damai sehingga tidak terjadi kesenjangan soial antar sesama. Tanpa ada orang lain manusia tidak bisa melakukan tindakan apapun. Management essential mengatakan “ketika anda memrlukan bantuan bukan teman anda yeng lebih dulu membantu tetapi tetanga anda”
Di atas telah dijelaskan pengertian kehidupan sosial, dan bagaimana gambaran kehidupan sosial di perkotaan dan pedesaan.
Kehidupan Sosial Di Perkotaan
Kota merupakan tempat atau pusat kegiatan disegala bidang , baik itu pemerintahan, perdagangan, dan kota identik dengan keramaian. Tiap tahun terjadi peningkatan jumlah penduduk khusus kota-kota besar yang cukup signifikan karena masyarakat menganggap kota merupakan tempat untuk mengadu nasib. Di perkotaan dengan gaya hidup yang serba medoren dan konsumerisme, menyebabkan manusia bersifat individualistik dan materialistik artinya penuh dengan keegoisan,sikap masa bodoh, dan segala sesuatu hanya diukur dengan materi dan materi, seperti peribahasa mengatakan “tak ada persahabatan yang abadi, hanya kepentingan yang abadi”. Sehingga tidak heran pula banyak sekali generasi muda (young generation) yang terjerumus dalalm tindakan kriminal seperti terlibat dalam kasus narkoba, pelacuran, perampokan, hal itu semua terjadi karena tuntutan kebutuhan hidup yang tidak diimbangi dengan kemampuan (faktor ekonomi).
Kehidupan Sosial Di Pedesaan
Perbeda dengan kehidupan perkotaan. Pedesaan sangat jauh dari keramaian, perdagangan, bahkan kebijakan pemerintah tidak terealisasi disana, pada umumnya masyarakat di pedesaan menyambung hidupnya dengan bertani, karyawan buruh, akan tetapi suasana kekeluargaan, solidaritas, tolong menolong , gotong-royong, serta kegiatan bakti sosial lainnya dikerjakan secara bersama-sama. Mereka belum mengenal gaya hidup, konsumerisme, budaya ketimuran masih terasa kental.
Sumber : http://bunyamingunadarma.wordpress.com/2009/10/04/kehidupan-sosial-di-perkotaan-dan-pedesaan/
Kamis, 02 Desember 2010
Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat
Pelapisan Sosial
Individu terdiri dari :
terbentuknya masyarakat, yang terdiri dari berbagai latar belakang dan kelompok sosial yang berstatus.
masyarakat dan ndividu adalah komplemeter dapat di lihat dalam kenyataan bahwa:
a. manusia di pengaruhi oleh masyarakat demi pembentukan pribadinya.
b. individu mempengaruhi masyarakat dan bahkan menyebabkan strarifikasisosial.
Menurut Pitirim A.Sorokin, Bahwa “Pelapisan Masyarakat adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat (hierarchis)”.
Sedangkan menurut Theodorson dkk, didalam Dictionary of Sociology, bahwa “Pelapisan Masyarakat berarti jenjang status dan peranan yang relatif permanent yang terdapat didalam sistem sosial (dari kelompok kecil sampai ke masyarakat) di dalam pembedaan hak, pengaruh, dan kekuasaan. Masyarakat yang berstratifikasi sering dilukiskan sebagai suatu kerucut atau piramida, dimana lapisan bawah adalah paling lebar dan lapisan ini menyempit ke atas.
pelapisan masyarakat adalah perbedaan penduduk / masyarakat ke dalam kelas – kelas yang tersusun secara bertingkat.
pelapisan masyarakat adlaah jenjang status dan peranan yang relatif permanen yang terdapat dalam sistem sosial di dalam hal perbedaan hak pegaruh dan keluasan yang sering di gambar kan.
http://vinicgilang.blogspot.com/2010/01/lapisan-sosial.html
kesamaan derajat
kalau bicara tentang kesamman derajat di Indonesia ini sangat berpengaruh untuk apapun, seperti TKI di arab yang sekarang sekarang sedang marak di beritakan di TV atau informasi lainnya, banyak yang teraniaya dengan kejam seperti di gunting bibirnya di siksa badannya para pekerja di kita sudah tidak di anggap seperti manusia mereka tidak di gaji dengan layak bahkan ada yang tidak di beri makan. Ada yang sampai mati di sana, di setiap Negara TKI Indonesia selalu di perlakukan seperti ini. Tidak ada pembelaan dari negeri sendiri hidup mereka luntang lantung tanpa ada yang membela. Beginilah nasib kalangan menengah kebawah, mereka harus jauh jauh berkerja dan tidak menghasilkan apapun untuk keluarga.Berbanding jauh dengan orang yang kaya atau berduit seperti gayus tambunan, dia seorang terdakwa tapi masih bisa untuk keluar masuk rutan semaunya dengan alas an rindu keluarga dan strees kalau di dalam tutan setiap hari, karena dia punya uang banyak maka dengan mudahnya dia menyogok polosi dan kepala rutan di sana. Semua itu karena uang yang membedakan derajat manusia di mata hukum yang berduit yang menang.
Sabtu, 20 November 2010
Kewarga Negaraan dan Negara
Pada waktu sebelum terbentuknya Negara, setiap individu mempunyai kebebasan penuh utnuk melaksanakan keinginannya. Dalam keadaan dimana manusia di dunia masih sedikit hal ini isa berlangsung tetapi dengan makin banyaknya manusia berarti akan semakin sering terjadi persinggungan dan bentrokan antara individu satu dengan lainnya.. Akibatnya seperti kata Thomas Hobbes (1642) manusia seperti serigala terhadap manusia lainnya (homo hominilopus) berlaku hokum rimba yaitu adanya penindasan yang kuat terhadap yang lemah masing-masing merasa ketakutan dan merasa tidak aman di dalam kehidupannya. Pada saat itulah manusia merasakan perlunya ada suatu kekuasaan yang mengatur kehidupan individu-individu pada suatu Negara.
Masalah warganegara dan engara perlu dikaji lebih jauh, mengingat demokrasi yang ingin ditegakkan adalah demokrasi berdasarkan Pancasila. Aspek yang terkandugn dalam demokrasi Pancasila antara lain ialah adanya kaidah yang mengikat Negara dan warganegara dalam bertindak dan menyelenggarakan hak dan kewajiban serta wewenangnya. Secara material ialah mengakui harkat dan marabat manusia sebagai mahluk Tuhan, yang menghendaki pemerintahan untuk membahagiakannya, dan memanusiakan waganegara dalam masyarakat Negara dan masyarakat bangsa-bangsa.
Negara, Warga Negara, dan Hukum
Negara merupakan alat (agency) atau wewenang (authory) yagn mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama atas nama masyarakat. Oleh karena itu Negara mempunyai dua tugas yaitu :
- mengatur dan mengendalikan gejala-gejala kekuasaan yang asosial, artinya yang bertentangan satu sama lain supaya tidak menjadi antagonisme yang membahayakan.
- mengorganisasi dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan-golongan kearah tercapainya tujuan-tujuan dari masyarakat seluruhny atau tujuan sosial.
Pengendalian ini dilakukan berdasarkan hukum dan dengan peraturan pemerintah beserta lembaga-lembaganya. Hukum yang mengatur kehidupan masyarakat dan nyata berlaku dalam masyarakat disebut hukum positif. Istilah “hukum positif” dimaksudkan untuk menandai diferensiasi, dan hukum terhadap kaidah-kaidah lain dalam masyarakat tampil lebih jelas, tegas, dan didukung oleh perlengkapan yang cukup agar diikuti anggota masyarakat.
Hukum adalah himpunan peraturan-peraturan (perintah-perintah atau larangan-larangan) yang mengurus tata tertib alam hukum masyarakat dan karena itu harus ditaati oleh masyarakat. Simorangkir mendfinisikan hukum sebagai peraturan – peraturan yang memaksa, yang menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat yang dibuat oleh badan-badan yang berwajib, pelanggaran mana terhadap peraturan tadi berakibat diambilnya tindakan, yaitu dengan hukuman tertentu.
Sifat Negara
- sifat memaksa, artinya Negara mempunyai kekuasaan untuk menggunakan kekerasan fisik secara legal agar tercapai ketertiban dalam masyarakat dan mencegah timbulnya anarkhi
- sifat monopoli, artinya Negara mempunyai hak kuasa tunggal dan menetapkan tujuan bersama dari masyarakat
- sifat mencakup semua, artinya semua peraturan perundangan mengenai semua orang tanpa terkecuali.
di kutip dari : http://isramrasal.wordpress.com/2009/11/06/warganegara-dan-negara/
Langganan:
Postingan (Atom)

